Oleh-Oleh untuk Ranum

DSC_0445Ranum, sebelumnya aku sudah pernah cerita kalau aku akan pergi ke rumah saudara di daerah, kan? Aku sudah melaksanakannya. Aku pergi ke rumah saudaraku di Madiun dan pergi melihat festival reog di Ponorogo. Ini oleh-oleh untukmu. apa yang disampaikan foto ini? Hati-hati kalau jatuh cinta. Cinta suka membutakan. Buktinya, si raja saja salah mengira patihnya, Bujangganom, sebagai Dewi Sangga Langit, wanita yang ditaksirnya. hahahaha. lucu ya? jangan sampai mabuk karena cinta. Bahaya. Yang namanya mabuk selalu tidak baik 🙂

Segini dulu ya ceritaku. Lain kali aku ceritakan yang lain.

Salam termanis,

Galuh Sakti Bandini

Advertisements

Pemberitahuan

Sebentar, Ranum. Aku punya cerita untukmu. Masalahnya sekarang aku belum mau cerita, tapi aku ingin kamu tahu aku punya cerita. Jangan ke mana-mana dulu, ya.

P.S: Aku rindu kamu. Semoga tambah hangat ya, kamu. Soalnya sekarang sudah masuk musim penghujan :p

Salam termanis,

Galuh Sakti Bandini

“Asal mula adalah kata. Jagat tersusun dari kata. Di balik itu hanya ruang kosong dan angin pagi” kata Soebagio Sastrowardoyo. lalu

apa yang dikandung oleh kata-kata yang sudah kehilangan gairah?

kamu tahu apa yang nikmat dari jatuh hati?
yaitu ketika hatimu berdebar-debar
halus, tapi sungguh menggetarkan
lalu senyuman dapat hadir setiap saat
ketika pandang bertemu atau bahkan hanya sekadar menjumpai dalam khayalan
lupa bahwa tak selamanya rasa itu bertahan
lupa bahwa dalam hidup juga ada kecewa

jatuh hati memang sungguh nikmat
selamat ya, kamu 🙂