untuk kamu

kita sudah dewasa bukan? sudah seharusnya kita saling mengerti bahwa kita tidak boleh saling mengekang sekaligus tidak boleh saling mengkhianati.

meskipun begitu, aku sadar sepenuhnya bahwa kamu mungkin nanti akan bosan. tidak selamanya orang berada di jalan yang lurus, bukan? maka, selama kamu masih menghargaiku, aku akan pura-pura tidak tahu kamu sedang bermain.

bukan aku tidak mempercayaimu. tapi aku realistis. toh pada kenyataannya memang begitu. tapi aku berani jamin aku tidak akan mengecewakanmu. jika aku sedikit mengesalkanmu, itu wajar. tak selamanya aku menyenangkanmu kan?

aku tidak ingin berbicara tentang akhir. tapi jika akhir ini tidak semulus yang kita bayangkan, aku tak akan menyesal. sedih mungkin. tapi tidk dengan menyesal. seperti yang kamu sering bilang “tak usah berpikir bagaimana akhirnya. jalani saja hari ini.”

aku menyayangimu lebih dari yang aku tahu. dan itu membuatku sadar betapa kamu telah masuk jauh ke dalam diriku. cinta memang seharusnya memberi tanpa meminta. tapi aku meminta kamu untuk selalu sehat dan bahagia. boleh?

sudah ah, aku sudah lelah menulis. semoga kamu selalu merasa bahwa ada kasih yang selalu tersedia untukmu ya..

jangan bersedih 😀

Advertisements

hari kedelapanratusempatpuluh

:untuk kamu yang sedang belajar diam

mungkin ini hari kita yang kedelapanratusempatpuluh

aku tidak pernah menghitungnya.

 

tidak ada perayaan,

tapi aku ingat dan sadar melewati hari ini.

 

tak ada yang spesial,

kecuali

kau dan aku yang semakin mengendap,

kata yang semakin lesap,

dan

diam yang semakin akrab.

 

tapi kita semakin mengerti

dan merasa

tentang rasa

satu

sama lain

Aku rindu dekapanmu
Ketika
Aku rindu dekapanmu