Hei, Ranum!

Hei, Ranum, apakah Desember ini kotamu sebasah kotaku? Hampir setiap sore aku harus memakai pakaian hangat. Tapi aku suka hujan. Kadang aku ingin sekali disiram hujan, tapi aku pengecut, jadi aku tetap saja hanya menikmati hujan dari tempat kering. Kamu sedang sibuk apa, Ranum? Aku sedang jenuh menerka kata-kata, menyelam di dalamnya sambil mencari makna. […]

​STASIUN TUA PADA SUATU MALAM

Pernah pada suatu malam ada aku dan kamu yang singgah pada stasiun yang umurnya mungkin jauh lebih tua daripada pohon di halaman rumahmu Pada perjalanan menuju stasiun tua itu kau menghentikan langkah kaki di depan rumah tua kesukaanku Bertanya: Tak inginkah kau sejenak menikmatinya? Kita memandang dan berceloteh seakan waktu tercerabut dari ketentuannya dan kekal […]

Kunjungan

:untuk yang masih memberikan ketenangan   Ketika aku sampai di tempatmu, langit sore masih biru dengan sedikit semburat jingga tipis di langit sebelah barat Kita berdua menghabiskan sore itu di beranda Di langit timur, bulan pucat bersembunyi di langit biru Kita buka obrolan dengan menertawakan banyak hal “Jangan kurung perasaanmu itu. Lepaskan. “ selalu begitu […]

Daun Kuning

“Aku ingin pulang ke awan” Begitu katanya lirih ketika kumbang sedang berjalan  pelan  di kelopak bunga yang baru merekah “Setidaknya, biarkan uap tubuhku menjadi awan” Tambahnya sedetik kemudian. Ia ingin sekali menjadi putih Di taman itu,  Tak ada yang datang kecuali kesepian yang beruntun. Ayunan bergoyang pelan digoda angin pagi yang lembut Dan daun kuning […]