Di Pantai

‚Äč

Kuakali keberadaanmu di antara deru ombak yang berdebur

Tapi kau entah di mana

Mungkin kau menjadi bulir pasir atau batu karang

Dan aku masih menyiasati keberadaanmu dengan meresapi suara yang tak letih dari pantai
Kau juga masih entah di mana. 

Mungkin tersangkut di mimpi.

P.S: dibuat di Jogja, juli 2016. Foto pantai Pangi, Blitar. Terinspirasi oleh puisi SDD sang maha penyair indonesia.

Advertisements

God, please love all the people that i love.

Puisi Sitor Situmorang di Komunitas Bambu

And please

love me too.

Reracau

Pasti banyak yang cinta Semar. Tapi siapa yang cinta Togog? Mungkin tak sebanyak yang cinta semar. Aku pernah ingin mencintai Togog, tapi takut karena tak lazim. Seperti warga Ayodya yang mencintai Rahwana. Aneh. Lalu kini aku semakin asing dengan perasaanku sendiri. Aku takut. 

Kutipan Cerita dalam Kepalaku

“Biar kubawa ini ke kutub, tempat terjauh darimu.” katanya sambil mengambil gelisah dan khawatir dari kepalanya. Ia masukkan yang ia ambil dari kepalanya ke dalam karung. Ia ikat kuat-kuat. Tak banyak khawatirnya, tapi kuat. Lalu ia pergi sambil membawa karung itu. Hanya karung itu yang ia bawa. Sambil tersenyum dia bilang, “Mungkin ada baiknya aku tinggal di kutub bersama kekhawatiranku. Tanpamu.”

Aku menangis. Merasa dicampakkan oleh dia yang terdekat. Khawatirnya berasal dariku. Tanpaku khawatirnya kan musnah. Dia akan tinggal sendiri. Biar mati dia dibunuh sepi!

Ketika ia menghilang dari pandangku, aku tersenyum. Aku merasa sebagian bebanku hanyut. Untuk saat ini aku merasa ringan. Mungkin nanti aku dijenguk rindu. Tapi nanti sajalah itu aku pikirkan. Kini aku tenang tanpanya dan kekhawatirannya yang kuat.

Aku menikmati sore sendiri. Di saat banyak orang pulang ke rumah, dia malah pergi. Tak apa. Sore ini begitu damai kurasa. Tak baik memang hidup dengan orang yang tak bahagia dengan kita. Bahagia memang bisa dibuat, tapi tak bisa dipaksakan. Aku tidak jadi berharap dia mati dibunuh sepi. Aku harap dia bahagia dengan apapun yang ia punya. Aku akan bahagia di sini. Aku tahu.

Langit sore mulai menghitam. Aku masuk ke dalam. Aku mau bermimpi.