” let the time fix it for you”  -mom-

 

yes, mom. In the end, that’s the only thing I can do.

I am surrender, God. 

 

Advertisements

aku ingin mengecup embun di kuncupmu yang ranum

dengan doa yang tabah dan gelisah yang ramah

 

Sebelum Senin

dari Agung Dwi Ertato

jantungku bergetar
dalam perjalanan menuju mimbar.

senin adalah kegaduhan, waktu, dan perasaan yang kian lambat.

apakah waktu memang bebal memaksa kita bersitegang dengan kenangan
sebelum berakhir di mimbar
sebelum berakhir di sebuah pertanyaan-pertanyaan

hari makin gaib, setelah beberapa tetesan waktu menghimpit

inikah akhir?
inikah awal?
sesudah itu tiada lagi

siapa yang akan datang dari atas mimbar
atau sebuah altar
untuk sebuah pesta

mungkin
perpisahan yang kian berulang.

seringkali aku merasa takut, merasa bodoh, merasa kerdil,

tapi aku tak pernah putus asa

karena

Tuhan Maha Baik

dan aku percaya.

 

and if I fail, i know that’s the best for me. I just have to learn how to deal with pain.

 

perahu