halo, petualang.
kapan main lagi?
aku rindu.

Advertisements

cerita tentang kita

tulisan ini tentang kita.
ya, kamu dan aku.
kamu tahu tidak lagu apa yang sedang aku dengarkan saat ini?
lagu yang liriknya bercerita tentang kita.
lucu ya?
padahal kita tidak pernah meminta dibuatkan lagu.
dunia memang lucu ya.
lucu, seperti kita.
siapa yang menyangka kamu dan aku akan sampai pada titik ini?
awalnya aku hanya bermain. aku memang suka bermain, terlebih denganmu.
padahal kamu tidak suka bermain, tapi kamu tetap mau bermain denganku.
lalu kamu dan aku terjebak rasa yang lucu. rasanya hati kita selalu tersenyum ketika kita bermain.
menggelikan bukan?
lalu kita berhenti bermain. kita mulai berjalan bersama.
kita tahu kita berbeda, tapi setelah kita berjalan bersama kita baru tahu di mana saja letak perbedaan kita.
anehnya, kamu dan aku sama tidak ingin berhenti berjalan.
mungkin pernah kita lelah.
mungkin kita pernah kesal.
tapi kita tak pernah ingin berhenti dan berpisah jalan meski tampaknya jalan lain begitu menggiurkan.
ini lucu kan?
lucu sekali ketika kita harus saling menyesuaikan diri.
kita langsung bertukar pikiran lewat kata-kata yang terlontar dari mulut-mulut kita yang cerewet.
rasanya senang sekali bisa berjalan bersamamu seperti sekarang. meski sepertinya salah satu dari kita sedang lelah.
senang sekali menghabiskan tempo-tempo yang tua bersamamu. menyaksikan jingga langit dan bulan bulat berdua –begitu menyenangkan.
terima kasih sudah mau bermain dan berjalan bersamaku.
maaf kalau aku belum bisa membantu mengangkat bebanmu.
sampai jumpa lain waktu.
hati kita tetap jalan bersama ya! jangan dipisahkan.

halo, kamu!

halo, kamu!
ya, kamu yang sekarang sudah tahu apa arti jarak..
apa kabar?
masih suka kata?
terakhir kali kudengar, kau sudah malas merangkai kata.
yah, sayang sekali. padahal aku punya banyak kata untuk kau rangkai..
tapi, yasudahlah. itu pilihanmu.

tinggal di mana kamu sekarang?
masih di rumah berdinding kata? atau sudah pindah ke bilik bunyi?
kenapa tidak memberi kabar?
aku punya paket buku untukmu. aku bingung mau kirim ke mana.
pak pos bilang sekarang rumahmu di antah berantah.
aku sedih mendengarnya.
aku ingin tahu rumahmu agar paket ini bisa kukirim. lagipula aku juga ingin berkunjung ke rumahmu jika aku sudah penat dengan kehidupanku.

kamu, masih menyimpan bayangnya?
dulu kamu bilang, bayangnya indah sekali.
aku ingat kamu dulu memesan pigura paling indah untuk memajang bayangnya di kamar tidurmu.
pikirku waktu itu, “wah, kamu benar-benar mengaguminya, ya.”
tapi apa guna mengagumi bayang tanpa tahu bagaimana bentuk si punya bayang?
hmm, kamu selalu seperti itu.
tak dapat kuterka apa lagi yang kau pikirkan.

yasudah.
aku harus segera kembali ke duniaku.
kamu baik-bak ya di duniamu yang baru.
sesekali aku akan berkunjung ke tempatmu.
nanti ku bawakan oleh-oleh.
sampai jumpa lain kali!

Galuh Sakti Bandini