Ini Tidak Seperti dalam Ceritamu

Aku sedang melakukan perjalanan dengan kereta. Tapi tak seperti dalam ceritamu, meski aku ingin sekali kisah perjalananku seperi ceritamu. Cerita tentang sebuah pertemuan dengan obrolan bermakna di kereta. Tapi aku tak jumpa siapa-siapa. Tidak ada “halo” atau perkataan apapun. Yang ada hanya diam. Aku melakukan perjalanan pada sore menjelang malam. Dan aku sering sekali membayangkan […]

Teduh

Aku Teduh yang hadir ketika kau menikmati kopimu siang hari tadi di sebuah kedai yang rimbun. Kudengar kau gumamkan banyak kata yang sewujud rapalan mantra tentang kecewa. Sebuah dendang merdu yang dibawa angin tak cukup meredam kecewamu rupanya. Aku ingin sekali menemanimu menghabiskan kopi itu dan mendengar lebih lama rapalan anehmu itu. Tapi aku tahu, […]

Sore di Cikini

Dari dulu aku sudah suka sore. Sore adalah masa ketika kesibukan mulai terurai. Sore seperti jeda antara siang dan malam. Aku selalu menyukai sore, apalagi sore di Cikini. Bagiku, sore di Cikini itu manis. Banyak kenangan terukir di sana. Aku memang jarang hafal jalan di Jakarta. Tapi aku tahu cara ke Cikini, baik berkendara menggunakan […]

Ranum, Ini Ceritaku

Selamat pagi, Ranum. Maaf aku bohong. Di surat terakhirku, aku bilang bahwa aku akan mengirimimu surat lagi setelah surat tersebut, nyatanya tidak. Maaf juga surat ini tidak dimulai dengan menanyakan kabarmu, tapi dibukan dengan permohonan maaf. Apakah kamu merindukan ceritaku, Ranum? Sudah lumayan lama aku tidak bercerita padamu. Jadi, apa kabarmu? Aku sudah lama berhenti […]

Ranum, Tunggu Sebentar Saja

Ranum, aku ingin bercerita banyak padamu. Tapi aku lelah sekali. Jiwaku yang lelah. Terlalu banyak menggenggam kecewa agaknya. Tapi masih banyak senyum manis yang kudapat. Besok, aku akan bercerita padamu tentang yang terjadi pada jeda suratku. Aku harap kau masih menunggu suratku. Aku harap kau masih menungguku. Salam termanis, Galuh Sakti Bandini