Ranum!

Selamat Minggu pagi, Ranum. Pagi ini manis, seperti pagi-pagi yang lalu, yang sudah dahulu tanggal. Aku ingin sekali bertemu denganmu, Ranum. Kita berbincang dan menyeruput segelas coklat panas. Mungkin aku sedang penat. Tapi ini bukan penat. Aku hanya merasa tawar dan datar. Aku butuh permainan gitarmu, Ranum.

aku rasa aku mulai menjelma manusia munafik dan mengesalkan. Dan aku benci itu semua! Tapi apakah masih munafik namanya jika aku mengakui bahwa aku munafik? Aku tidak tahu. Tapi aku mulai menjelma orang yang tidak aku suka. Ranum, jangan jadi orang munafik ya. Jadi orang munafik itu tidak enak. Aku sedang berusaha untuk tidak jadi orang munafik. Doakan saja ya. Semoga aku baik-baik saja.

Apakah kamu baik-baik, saja? Read more

Advertisements

Thanks a lot for being so nice. I believe that You achieve every pray that I made, even when I don’t think it’s a pray.

Thanks for being so nice. I believe that You will always be there for me, even when I just too lazy to get closer to You.

I’m sorry for being so bad. I Love You, really.

Cerita Sangat Pendek Tentang Laut

Intan, namaku. Aku ingin bercerita tentang laut. karena aku rasa, aku adalah reinkarnasi dari laut.  Tapi belakangan aku tak percaya pada reinkarnasi. Tapi aku tetap ingin bercerita tentang laut. Laut yang tenang dan gusar. Laut yang tidak memiliki awal dan akhir, tapi memiliki tepi. Laut yang satu.

Pernah terpikir pada siapa laut jatuh cinta? Kubayangkan ia jatuh cinta Pada setiap yang terpantul di atasnya –awan, burung, pesawat—, pada setiap yang berlayar di permukaannya, dan pada setiap yang hidup di dalamnya. Ya, laut begitu mudah jatuh cinta. Ia jatuh cinta pada apa saja yang bersinggungan dengannya. Read more

kupahat senyummu dalam keremangan
ketika cahaya dan kegelapan tidak benar-benar nyata

26-11-2013