sehabis pemakaman

untuk yang telah ditinggal

tanah merah masih menempel pada tapak-tapak kaki lusuh
begitu banyak lorong yang telah terlewat
masih adakah jalan yang belum kau hapal?
angin membolak-balik daun yang lepas dari pegangan
air meredam semua keluh
lamat-lamat kau mulai merapal kata-kata penghibur
tepuk-tepuk tangan berhamburan merekah mewarnai dinding terlembut
kau mulai tersenyum
kau bersiap memungut daun-daun yang terlepas.
“aku akan menjaga daun-daun ini. angin terlalu usil” begitu katamu.

Advertisements

untuk ayah dan ibu

“doa ibu tak pernah menyesatkan, nak.”
begitu kata ibuku seusai beribadah malam.
ibuku mendoakanku.
ia berdoa agar aku selalu dicinta.
semoga aku selalu dikelilingi orang baik dan menjadi orang baik di manapun aku berada.

aku terharu. aku lupa doa spesial apa yang telah aku panjatkan untuk ibuku.
aku berdoa semoga ia sehat dan bahagia.
tak pernah ada doa yang khusus.
aku tak pernah berdoa agar ia tak pernah tua.
padahal doa itu sepertinya bagus.

“jadilah orang baik, maka kamu akan mendapat yang baik pula”
kata ayahku suatu malam ketika sedang duduk-duduk di teras belakang.
ayah menasihatiku.
ia berharap aku selalu mendapat yang terbaik

aku tidak ingat, kapan aku memberi sesuatu yang baik untuk ayahku.
ayah tidak pernah menuntut apa-apa dariku.
dan aku menjadi terlalu lupa untuk bertegur sapa.

maaf, ayah dan ibu, anakmu belum bisa mendapat yang baik karena anakmu belum baik. anakmu masih belajar menjadi baik. tetaplah menjadi mercusuar bagi anakmu yang terkadang buta arah.
ayah adalah suar, dan ibu lampunya. aku kapal yang terombang-ambing yang dinahkodai oleh ketidak pastian.

ayah, ibu, maafkan anakmu yang terlalu diam ini.
nanti akan kuberikan senyum di wajah tua kalian yang bagiku selalu nampak meneduhkan.

halo,manusia..

ini untuk kebanyakan orang. temasuk aku.
kenapa ya harus ada kemunafikan? aku tidak tahu. tapi munafik enak ya? buktinya kamu tetap munafik dari dulu sampai sekarang.
maaf aku naif. tapi aku tidak suka kemunafikan meski kadang aku juga munafik.
namanya juga manusia, kan? bolehlah munafik sedikit. tapi kamu terlalu banyak memasang topeng. setiap beda teman sepermainan, kamu ganti topeng. pesan di mana topeng sebanyak itu?
aku punya topeng ampuh, namanya topeng acuh. aku bisa membunuh banyak rasa dengan topeng itu. hati-hati.
aku jatuh cinta pada topeng itu sejak banyak masalah yang dapat diselesaikan hanya dengan memasang topeng itu.
hebat ya? makanya kujaga topeng itu baik-baik.
eh, menurutmu kebenaran itu apa? apakah yang selalu baik itu benar? aku merasa kebenaran kadang menyakitkan. terkadang aku merasa tak sanggup menerimanya. tapi ternyata sanggup. hanya masalah waktu saja sebenarnya untuk menerima kebenaran.
aku belajar sesuatu sebenarnya. jangan pernah percaya sepenuhnya pada siapapun kecuali Tuhan. karena Tuhan tidak akan membocorkan rahasiamu kepada siapapun. hhe
benar kata temanku. knowing nothing sometimes better than knowing everything.
manusia pasti terluka. aku sudah lama belajar terluka. sampai sekarang aku belum menemukan obat yang amat ampuhnya untuk menyembuhkan luka secepat kilat.
aku ingin menjadi batu yang tak merasa. aku ingin menjadi angin yang selalu berpindah tempat. aku ingin menjadi air yang diam. aku ingin menjadi daun yang setia. aku ingin menjadi tanah yang tabah.
maaf aku cerewet.
sekian.
semoga bahagia selalu dunia akhirat!

mari membayangkan..

aku membayangkan aku sudah berada di sana. di tempat yang amat sangat ingin ku kunjungi, tapi tidak denganmu. maka di sana aku sendiri. berjalan ke taman kota dan mengunjungi perpustakaan. aku akan makan di flatku yang memiliki jendela besar. makan apa saja yang dapat kumakan.
malam hari bulan purnama dan langit begitu indahnya, aku membayangkan kamu membayangkanku dan merindukanku. kau akan ingat kita pernah berkendara bersama ketika langit malam begitu indahnya dan bulan bersinar dengan terangnya. lalu ketika angin berhembus lebih kencang aku tak lagi membayangkanmu, karena kamu tidak suka dingin. aku akan merapatkan syalku dan mengeja namamu lamat-lamat berharap bayangmu menjelma huruf yang ku eja, sehingga bayangmu tak lagi berupa.
aku membayangkan kamu di tempat lain yang tidak sama denganku. apakah rasa kita masih sama? atau jarak memang mempengaruhi rasa? aku membayangkan aku tetap meyakinimu sementara ragu mulai bermain-main di antara kita.
salju akan turun di bulan desember. aku akan berjalan sendiri menyusuri kota. ke taman kota dan perpustakaan. lalu membeli makanan ringan untuk aku makan di flatku. aku ingat kamu tidak suka aku makan terlalu banyak makanan ringan. aku membayangkan kamu di sana sedang membayangkan aku kedinginan dan tanpa sadar membeli syal untuk diberikan kepadaku meski kamu tidak tahu kapan akan memberikannya kepadaku.
lalu musim semi akan datang. aku akan ke taman kota dan menyaksikan bunga-bunga. waktuku akan kuhabiskan di sana. aku akan menulis. tapi aku tak akan menulis tentangmu. aku takut memasukanmu ke dalam tulisanku. aku takut kamu terkurung dalam kata-kataku. maka aku bayangkan aku menulis tentang bunga-bunga yang lucu diterpa semilir angin. di musim semi aku membayangkan aku mulai berani membayangkanmu ada di sisiku. kamu akan memakai mantel tebal agar tidak merasa terlalu dingin. aku akan memasangkan syal di lehermu. dan kamu akan batuk-batuk sedikit.
aku membayangkan kamu seutuhnya pada musim panas. aku akan sendirian di taman kota dan membayangkan kamu dan aku berjalan seharian pada musim panas. kita akan memakai baju tipis karena panas. atau jangan-jangan kita hanya akan ada di flat? mendinginkan badan. kamu akan memasak dan aku bercerita terus tentang hariku.
aku membayangkan musim gugur akan muram. aku hanya akan tidur dan membaca juga menulis. aku hanya akan mengunjungi perpustakaan, tidak dengan taman kota.
aku membayangkan malam-malam di sana. pasti akan sepi tanpamu. tapi aku harus pergi.aku harus ke sana. aku tak bisa melepas mimpiku yang satu itu.
aku membayangkan kamu akan sedih kehilanganku. lalu kamu akan mengirimiku surat dan foto-foto lucu kita. atau kau hanya mengirimiku surat tanpa foto. tak apa. yang penting kamu bercerita.
saat aku membayangkan semua ini. kamu masih di sisiku. kita masih melangkah bersama. kita masih saling menggenggam hati dan tangan. kita masih berceloteh tentang masa depan. kita masih bisa saling menyentuh wajah dan melihat senyuman masing-masing. maaf aku membayangkan hal yang belum terjadi. aku mencintaimu. semoga pada akhirnya kita akan terus berjalan bersama.

maaf sudah merusak hal yang paling sulit diperbaiki.
maaf telah membuat resah.
maaf aku salah

aneh

manusia itu makhluk yang aneh. apalagi perasaannya. apa yang bisa diterka dari perasaan yang tak menentu? semua hanya pertaruhan.
reaksi dari aksi belum tentu sama seperti yang diharapkan. manusia itu lucu. bingung dengan perasaan sendiri. padahal perasaan itu kepunyaannya sendiri, bagaimana dengan perasaan orang lain?
manusia memang hebat dengan pemikirannya. tapi entah kenapa selalu ada kelucuan di sisi lainnya.
sialnya yang menulis ini juga manusia. sila tertawa!

menanti

kamu tahu apa rasanya menanti sesuatu yang tak kunjung datang? rasanya aneh, bukan?
sesuatu ini bukannya tidak mungkin datang. sesuatu ini amat sangat mungkin datang, hanya saja kedatangannya belum diketahui.
jadi tugasku adalah menanti. sesuatu ini bukan milikku. tapi entah kenapa aku sangat merindukan sesuatu ini. menanti itu menimbulkan kerinduan yang amat parah.
kerinduan ini kalau tidak dikendalikan menimbulkan keresahan-keresahan yang menyebalkan. sungguh.
aku suka berandai-andai bahwa aku sedang tidak dan memang tidak menunggu sesuatu ini. tapi resiko dari pengandaianku itu terlalu menyeramkan. aku bisa kehilangan hasratku terhadap sesuatu ini. aku takut. maka aku tetap menunggu dengan sadar. aku tetap merindu. dan terkadang aku tetap resah.
yasudah. aku menanti dulu ya 😀