Ini aneh. Aku merasa tidak nyaman. Aku bukan rahasiamu. Aku menolak. Jangan bungkam. Ah, betapa sedih..

Advertisements

Hai, Ranum!

Halom Ranum, apa kabar? Sering malihat berita, bukan? Ibukota kebanjiran. Tapi tenang, rumahku tidak kebanjiran. Kamu masih suka hujan? Kalau iya, dia turun hampir sepanjang hari di rumahku. Mainlah ke sini, kita menikmati hujan berdua.

Belakangan ini aku sangat tidak produktif, Ranum. aku jarang sekali menulis. aku juga jarang membaca. Aku juga bingung apa yang kulakukan selama ini. Kamu sibuk apa sekarang? Tapi sesibuk apapun kamu, masih lebih sibuk kotaku. Iya, kotaku yang sibuk dan angkuh. Makanya, lain kali datanglah ke sini, akan kutunjukkan sisi menarik dari kotaku ini, yang tidak angkuh dan tidak sibuk. Read more

Sadar diri, dong! Kamu itu nol. Kosong. Ayo segera diisi banyak hal!

Ricuh

Pagiku tersentak
Ada yang lowong yang sepertinya harus diisi
Kakiku beranjak menapak ke entah
Sepertinya ada yang harus dikejar
Persimpangan sudah di depan, sebentar lagi
Perbincangan menjadi penting  saat ini
Celoteh mendadak mati
Mati! Harus ke mana lagi?
Hilang arah itu aneh.

“Sayang, apakah aku sia-sia?” tanya waktu.

Bincangdiri

Duduk gemuruh pada sunyi yang seru
Kudengungkan doa yang tak kunjung usai
Sekelumit ragu datang mengintip sementara harapan masih bergelayut di pohon
Kidung-kidung lirih terdengar dari hati yang suci
Dan otak mulai meracau
Sementara diri istirahat sejenak.

Kupasrahkanku pada semesta,
selalu