image

Kita isi senja ini dengan obrolan yang kosong saja. Kita tidak benar-benar ingin bertukar cerita, kita hanya ingin menghabiskan waktu. Kau ditemani es coklatmu, aku menikmati coklat panasku. Lalu kita terpana melihat langit senja yang putih pucat menjadi gelap. Kita menikmati perubahan, kita menikmati membunuh waktu. Kita menikmati minuman kita, dan ketika langit gelap sempurna, kopi dan coklat kita tandas dalam gelas. Lalu kita diam sejenak, kita tahu kita harus pulang.

Advertisements

Kereta dan stasiun

image

Betapa gagah stasiun ketika melepas kereta pergi. Ia rela hanya menjadi tempat singgah kereta, bukan rumah. Tapi stasiun tahu, tanpa dirinya, kereta tak memiliki tujuan.

Betapa gelisah kereta ketika tiba di stasiun. Ia tahu bahwa sebentar lagi ia harus pergi lagi, betapapun ia mencintai stasiun

Telah kutulis surat untukmu yang entah siapa. entah kapan akan kukirim, entah ke mana.

Kenapa Janggal selalu identik dengan ganjil?
Kenapa genap lebih lengkap?
Apa karena genap berarti dapat dibagi? Sedang aku tak ingin berbagi kamu. Apakah itu berarti kamu ganjil?

Mimpi

semalam lagi-lagi aku bermimpi aneh. Sebenarnya mimpi itu sama sekali bukan mimpi buruk, malah sebenanrnya adalah sesuatu yang aku inginkan. Tapi ternyata aku tak begitu senang mendapat apa yang aku inginkan. terdengar mustahil, ya? Terdengar aneh jika kita ternyata tidak nyaman dengan sesuatu yang kita inginkan. Tapi sebenanrnya hal itu wajar saja. Aku diingatkan lewat mimpi bahwa tak selamanya yang kamu inginkan memang benar-benar baik bagimu. oleh karena itu, hati-hatilah dalam berdoa. Jangan sampai menyesali doa. Tuhan maha baik, kita maha egois.

racauan aneh tentang pikiran

pernahkah kamu berpikir tentang sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dipikirkan tapi setelah dipikirkan malah menjadi menarik dan menyita pikiran? tadi pagi aku mengalaminya. begitu cepat proses berpikir itu, tapi dalam kecepatan yang super tersebut banyak yang dapat kita pikirkan. luar biasa, kan?

secepat aku melihat tanah datar yang ditutupi rumput liar berembun selama beberapa detik lalu tiba-tiba aku memikirkan lumpur hidup di hutan belantara yang memakan apapun yang jatuh ke dalamnya sevara perlahan. Aku membayangkan diriku jatuh ke dalamnya dan sementara menunggu mati yang pasti, aku masih juga berharap ada pertolongan yang datang. misalnya seseorang yang melemparkan tali untuk menarikku, atau semacamnya. lalu tiba-tiba aku berpikir, apakah lumpur hidup bisa mati? bukankah sesuatu yang hidup akan mati? mungkin bisa begitu. aku tak tahu. lalu aku berhenti berpikir tentang lumpur. dan pikiran tersebut kubayangkan hanya dalam waktu beberapa detik. luar biasa ya? memang, berpikir itu luar biasa. ide itu mahal. kita butuh jalan-jalan untuk menyegarkan pikiran. tulisanku memang berantakan dan tidak menarik. tak apa, biarkanlah. ini murni keluar dari pikiran, disalurkan lewat jari, tanpa melalui proses editing yang matang. saya cinta hidup, saya cinta manusia, saya cinta indonesia, dan saya cinta perjalanan. semoga bahagia oarang-orang baik 😀