Ranum, Ini Cerita tentang Temanku

Halo, Ranum. Sudah sampaikah suratku yang sebelumnya? Maaf ya, aku sedang giat menulis surat untukmu. Lihat saja surat ini yang kukirim tanpa menunggu surat balasan darimu. Kamu tidak terganggu, kan? Kali ini aku ingin bercerita tentang salah satu temanku yang paling unik. Temanku ini sepertinya jarang kuceritakan kepadamu, tapi sebenarnya kami sangat dekat. Dia bernama […]

Tak Ada Judul yang Tepat untuk Ini

:untuk temanku yang pemalu   Kemarin aku jumpa kau juga akhirnya. Seperti biasa, kutumpahkan ceritaku padamu. Tapi kau tak mampu menampung ceritaku. Kau juga penuh dengan gelisah dan kerisauan yang sepi.   Mungkin kita berdua harus belajar dari kesepian, teman kita yang setia. Yang dengan sabar mendampingi kita dan terus-terusan hadir di saat paling rentan. […]

Catatan Diri

Sekitar delapan atau sembilan tahun lalu, aku pernah menulis tentang hidup dan pilihan. Intinya, dulu aku merasa bahwa kita harus selalu memilih di dalam hidup karena sejatinya hidup hanyalah perkara pilih memilih. Alangkah baiknya jika kita sebagai aktor utama dalam hidup dapat memilih setiap pilihan dengan sadar. Kini aku juga ingin menulis tentang pilihan. Aku […]

Adieu

:Untuk Agung Dwi Ertato Aku tak tahu berapa malam telah kita habiskan untuk bercerita atau sudah berapa huruf kita baca atau berapa jauh jalan yang telah kita tapak bersama Yang aku tahu kita sudah lama tidak berjumpa Baik mata atau kata Aku tak tahu apakah kau masih menulis puisi atau dimana kau menikmati kopi atau […]

Perjumpaan

:untuk temanku yang pemalu Seperti dulu, Kita berbincang di kedai kopi Lama dan berbahagia membicarakan ketidakbahagiaan yang kemarin mampir dalam diri Kau masih menjadi teman yang menyenangkan Dan pemalu sementara aku masih penuh letupan kita tertawa dan setuju hidup sudah semakin penat cerita sudah tak mampu lagi dipepat dan ia butuh tempat Rindu itu, temanku […]