Obrolan Pinggir Danau

:Temanku yang pemalu “Ketika aku kesepian, aku akan sendiri. Biasanya bingung harus mencari siapa,” Ujarmu sore itu.Aku bingung, kenapa kamu tidak mencariku. Bukankah aku selalu di sini? Maka kutawarkan diriku padamu.“Tak perlu kau tawarkan, aku pasti akan mencatimu kalau aku butuh,” balasmu. Aku jadi semakin bingung, pernyataanmu saling meniadakan. Tapi seketika aku paham, aku bukanlah […]

Tentang mata

pagi ini kulihat awan kelabu siapa yang sedini ini sudah mengharu biru? Kutatap lagi mata kenangan: Berapa banyak kecewa yang mampu ditampung mata? Berapa besar bahagia yang mampu diserap mata? Kudengar dia berkata padamu tentangku, “Matanya sedih. Lebih sedih dariĀ  matamu. Kasihan.” padahal sudah kukubur kesedihan itu dalam palung kenapa masih terpancar? Di mana tempat […]

Ini Bukan Puisi

Sore itu langit kelabu, hujan hadir di taman kecil itu lampu taman menyala aku bahagia sebab kau bilang, kau akan tiba tak peduli hujan segila apa siapa yang tak akan bahagia jika diberikan banyak hal baik –rumah tua hangat taman mungil temaram dan ingatan-ingatan baik tentangmu– Terima kasih untuk semua waktumu di masa lampau Terima […]

Tentang Air

Dua hari lalu akuĀ  pergi ke RS yang ada di kampusku. Setelahnya aku pergi ke restoran korea yang ada di perpustakaan. Aku ingin makan sup pedas di sana. Aku sendiri saja hari itu. Aku sebenarnya menunggu temanku, tapi dia tak kunjung datang. Bahkan setelah makananku habis. Akhirnya aku menunggunya dengan sedikit rasa sebal dan kecewa. […]

Ranum, Ini Cerita tentang Temanku

Halo, Ranum. Sudah sampaikah suratku yang sebelumnya? Maaf ya, aku sedang giat menulis surat untukmu. Lihat saja surat ini yang kukirim tanpa menunggu surat balasan darimu. Kamu tidak terganggu, kan? Kali ini aku ingin bercerita tentang salah satu temanku yang paling unik. Temanku ini sepertinya jarang kuceritakan kepadamu, tapi sebenarnya kami sangat dekat. Dia bernama […]

Tak Ada Judul yang Tepat untuk Ini

:untuk temanku yang pemalu   Kemarin aku jumpa kau juga akhirnya. Seperti biasa, kutumpahkan ceritaku padamu. Tapi kau tak mampu menampung ceritaku. Kau juga penuh dengan gelisah dan kerisauan yang sepi.   Mungkin kita berdua harus belajar dari kesepian, teman kita yang setia. Yang dengan sabar mendampingi kita dan terus-terusan hadir di saat paling rentan. […]

Catatan Diri

Sekitar delapan atau sembilan tahun lalu, aku pernah menulis tentang hidup dan pilihan. Intinya, dulu aku merasa bahwa kita harus selalu memilih di dalam hidup karena sejatinya hidup hanyalah perkara pilih memilih. Alangkah baiknya jika kita sebagai aktor utama dalam hidup dapat memilih setiap pilihan dengan sadar. Kini aku juga ingin menulis tentang pilihan. Aku […]

Adieu

:Untuk Agung Dwi Ertato Aku tak tahu berapa malam telah kita habiskan untuk bercerita atau sudah berapa huruf kita baca atau berapa jauh jalan yang telah kita tapak bersama Yang aku tahu kita sudah lama tidak berjumpa Baik mata atau kata Aku tak tahu apakah kau masih menulis puisi atau dimana kau menikmati kopi atau […]