Puisi dalam Satu Hari

Hari terik,

Genggaman dan tepukan lembutmu masih terasa janggal

Adakah kamu merasakan sesuatu

Atau hanya aku yang terlalu berani menafsirkan?

  Read more

Advertisements

Kepada Ranum

Halo, Ranum. Apa kabar? Lama sudah aku tak berkirim kabar padamu. Aku yakin, sudah lebih dari sebulan aku sama sekali tidak menyapamu. Aku rindu kamu, sungguh. Tapi aku tidak sempat menulis surat untukmu. Read more

Indonesia dalem Api dan Bara

Indonesia Dalam Api dan Bara adalah karya sastra Melayu Tionghoa berupa novel sejarah yang ditulis oleh Tjamboek Berdoeri, diterbitkan di Malang, November 1947. Tjamboek Berdoeri adalah nama samaran dari Kwee Thiam Tjing. Novel ini berlatarkan pertengahan tahun 1941—1 Agustus 1947 di Surabaya dan Malang.

Indonesia Dalam Api dan Bara menggunakan sudut pandang orang pertama, alur yang digunakan adalah kilas balik. Tokoh Aku menceritakan kembali kejadian-kejadian yang dia alami. Di dalam novel ini tidak terdapat percakapan berupa kalimat langsung antara tokoh aku dengan orang-orang yang dia temui, karena seolah-olah tokoh aku berbicara langsung kepada pembacanya.

Novel ini bercerita tentang tiga zaman yang dilalui oleh Indonesia, yaitu zaman runtuhnya kolonial Belanda, zaman Jepang, dan Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Pada zaman runtuhnya kolonial Belanda, tokoh aku bercerita tentang keinginan untuk mempertahankan Hindia Belanda dari Jepang dapat menghapuskan rasisme yang telah ada di Hindia Belanda.

Perkara warna koelit dan kebangsaan soedah tida begitoe diambil moemet lagi seperti dalem keadaan biasa. (Berdoeri, 1947: 2)

Read more