Ranum, kamu percaya aku bisa, kan?

Advertisements

Ranum, Ini Puisi Kang Asep

Ranum, sudahkah aku ceritakan bahwa di kampusku ada sebuah kelompok musikalisasi puisi? Banyak puisi yang sudah mereka ubah menjadi lagu. Banyak puisi yang aku suka dari alunan lagu mereka. Iya, kadang aku menyukai puisi karena dinyanyikan dan bukan karena aku membaca sendiri puisi itu. Salah satu puisi (atau lagu) kesukaanku berjudul Perempuan karya Asep Sambodja. Asep Sambodja seharusnya menjadi dosenku ketika aku S1, tapi ia wafat karena sebuah penyakit. Aku sempat menjadi panitia sebuah pementasan teater yang dipersembahkan untuknya ketika aku masih menjadi mahasiswa baru. Dulu aku tidak mengenal Kang Asep. Setelah ia wafat, aku baru membaca puisinya, dan bertahun-tahun kemudian aku baru membaca esainya. Ternyata ia sangat pintar, Ranum. O iya, aku hanya ingin menunjukkan salah satu puisi kesukaanku dari Kang Asep. Setelah kau membacanya, ceritakan padaku apa pendapatmu tentang puisi ini, ya!

 

Perempuan

Aku seperti renangi oase
mula-mula suaramu menebarkan bunga-bunga
lalu luka

tak selamanya kita rindu
pada langit kamarmu
dan panas hatiku
ketika kubutuh senyummu

kau reguk sisa perjalananku
dan bercanda
“mestinya kau jangan terpaku
pada keinginan semu.”

meski kupandangi wajahmu
yang kau bingkai senyum
dan sedikit ragu
dan sedikit tipu
aku tak percaya pada ketololanku:
masih ada yang terpesona pada batu