risau

adakah malam menenangkanmu? meredamkan kegelisahanmu yang riuh. adakah rembulan menyenangkanmu? menyinari sepimu yang kelam. dari dongeng tentang raja kau memilih menjadi jelata yang meraja. adakah kau sadar, tuan? dirimu adalah penjelmaan sepi yang begiturupa telah mencinta ramai. kau kelupas senyap sampai kau sendiri mabuk dalam sepi. kau terjemahkan sunyi sampai akhirnya hanya kau temukan diam. […]

Gelap

Kenapa semua menjadi begitu gulita? Tapi kamu masih di titik yang sama. Aku berjalan menuju titik, Berharap bisa Menggesernya menuju koma. Kenapa bulan begitu malumalu? Apakah karena matahari begitu meraja? Aku tak tahu, Pun titik itu.

Sajak lorong

lalu aku berdiam saja di pinggir kata-kata di tepian bunyi. sepasang adalah impian aku bernyanyi dengan sunyi di antara senyap kau mau ikut?? boleh saja, asal kau tak cinta kata asal kau tak cinta bunyi. lorong-lorong bergemeletuk dingin kaku dan sepi membekukannya; kau siap jadi lorong?? aku sudah sejak lama menjelma lorong yang kau lewati […]