“Barangsiapa tidak tahu kekuatan dirinya, dia tidak tahu kelemahan dirinya. Barangsiapa tidak tahu kedua-duanya, dia pusing dalam ketidaktahuannya.”

-Pramoedya Ananta Toer, Arok Dedes

Advertisements

Basah Bumiku

di istana itu kau kudapati menangis

di istana yang susah payah kau bangun

dari air-air matahatimu yang menguap

kenapa kini kau menangis di dalamnya?

hujanlah seluruh bumiku

hujanlah kini yang terikat padamu

lamalama istanamu bisa lamatlamat lumat

mau, kau?

sudahlah, sini turun ke bumi, hijaukan lagi tamanmu yang coklat itu

biar Langit yang menangis untukmu, untuk tamanmu

jangan kau menangis lagi

sudah terlalu basah bumiku

Badai menerjang,

kau gelagapan?

padahal ia berkejaran dengan senang yang sebentar lagi datang

kenapa panik? duduk saja, tenang di sana

biarkan hatimu yang berkobar padam

kau hanya butuh bertahan

sejenak saja

karena senang nanti akan datang

tempotempo yang telah lewat bukankah juga pernah diterjang badai?

kau tetap ada sampai sekarang, kan?

tempo akan segera lewat, badai akan segera reda

sudah siapkah kau menerima ketenangan?

hati-hati hampa

Kenangan adalah milik mereka yang mengenang

harapan adalah milik mereka yang berharap

dan kamu adalah milikmu sendiri

Jangan biarkan terampas