Jangan Kaget

:Untuk Pras Pagi, Pras! sudah lama aku tak dengar kabar darimu. Terakhir kita berkabar, kamu bilang sedang suka Defender. Aku tak paham mobil dan tidak begitu tertarik menanggapi hal itu. Hahahaha. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang bapak, bagaimana perasaanmu? Semoga kamu bisa menjadi bapak yang baik, ya. Harusnya tidak sulit untuk menjadi bapak yang […]

Racauan Pukul 8 Pagi

Setiap dari kita pasti memiliki rahasia yang ingin kita simpan rapat-rapat. Yang rasanya ingin kita hilangkan tapi tak mungkin bisa hilang karena terlalu pekat di ujung pikiran sana. Yang kita kubur dalam-dalam, singkirkan jauh-jauh dari kesadaran, tapi seringkali malah tiba-tiba muncul dalam ingatan yang tak terkendali. Sampai saat ini aku belum tahu caranya berdamai dengan […]

Selamat Siang, Ranum!

Selamat siang, Ranum. Tumben sekali ya, aku menulis untukmu di siang hari. Biasanya aku akan menulis surat untukmu di pagi hari atau malam hari, terkadang sore hari. Baru kali ini aku menulis surat untukmu di siang hari. Mungkin karena ternyata rindu tak mengenal waktu. Rinduku padamu meluap-luap siang ini. Sudah hampir sebulan aku bekerja dari […]

Jika Kita Tak Memiliki Kesempatan

:Untuk setiap muridku   Jika kita tak memiliki kesempatan untuk bertemu lagi, maka relakan. Perpisahan memang tak selalu seperti yang kita bayangkan selama ini; dengan penuh senyuman, pelukan hangat, dan iringan ucapan selamat tinggal. Tak apa, kita tak bisa memilih perpisahan. Waktu tak selamanya berpihak pada kita yang sementara. Kesedihan, kekecewaan, dan kebingungan pasti menyelimuti […]

Obrolan Pinggir Danau

:Temanku yang pemalu “Ketika aku kesepian, aku akan sendiri. Biasanya bingung harus mencari siapa,” Ujarmu sore itu.Aku bingung, kenapa kamu tidak mencariku. Bukankah aku selalu di sini? Maka kutawarkan diriku padamu.“Tak perlu kau tawarkan, aku pasti akan mencatimu kalau aku butuh,” balasmu. Aku jadi semakin bingung, pernyataanmu saling meniadakan. Tapi seketika aku paham, aku bukanlah […]

Kejutan

Ternyata begini rasanya melihatmu membuka baju perangmu di hadapanku. Mendengar hatimu berbicara. Melihat kekhawatiranmu. Ternyata rasanya hangat. Ternyata begini rasanya memberitahumu apa yang selama ini kupendam. Kesedihan dan kekecewaan yang aku sengaja hiraukan. Ternyata kamu tak sedingin itu. Dan maafmu lebih indah dari lagu manapun. Dan alangkah lucunya, setelah kita menghabiskan siang bersama, tanpa sepengathuanmu […]

Tentang mata

pagi ini kulihat awan kelabu siapa yang sedini ini sudah mengharu biru? Kutatap lagi mata kenangan: Berapa banyak kecewa yang mampu ditampung mata? Berapa besar bahagia yang mampu diserap mata? Kudengar dia berkata padamu tentangku, “Matanya sedih. Lebih sedih dariĀ  matamu. Kasihan.” padahal sudah kukubur kesedihan itu dalam palung kenapa masih terpancar? Di mana tempat […]

Ini Bukan Puisi

Sore itu langit kelabu, hujan hadir di taman kecil itu lampu taman menyala aku bahagia sebab kau bilang, kau akan tiba tak peduli hujan segila apa siapa yang tak akan bahagia jika diberikan banyak hal baik –rumah tua hangat taman mungil temaram dan ingatan-ingatan baik tentangmu– Terima kasih untuk semua waktumu di masa lampau Terima […]

Tentang Air

Dua hari lalu akuĀ  pergi ke RS yang ada di kampusku. Setelahnya aku pergi ke restoran korea yang ada di perpustakaan. Aku ingin makan sup pedas di sana. Aku sendiri saja hari itu. Aku sebenarnya menunggu temanku, tapi dia tak kunjung datang. Bahkan setelah makananku habis. Akhirnya aku menunggunya dengan sedikit rasa sebal dan kecewa. […]