Ranum, Ini Cerita tentang Temanku

Halo, Ranum. Sudah sampaikah suratku yang sebelumnya? Maaf ya, aku sedang giat menulis surat untukmu. Lihat saja surat ini yang kukirim tanpa menunggu surat balasan darimu. Kamu tidak terganggu, kan? Kali ini aku ingin bercerita tentang salah satu temanku yang paling unik. Temanku ini sepertinya jarang kuceritakan kepadamu, tapi sebenarnya kami sangat dekat. Dia bernama […]

Cerita tentang Temanku yang Pemalu

Siang itu aku menerima pesan singkat darinya. Singkat sekali, berbunyi “Sombong”. Aku tersenyum membacanya. Bukannya dia yang sombong? Sudah berapa kali aku mengajaknya bertemu, tapi dia tidak pernah bisa. Mulai dengan alasan kerja, hingga depresi. Dia pernah bilang tidak ingin menunjukkan wajahnya yang penuh tekanan di depanku. Aku tahu itu Cuma alasan. Dia memang hanya […]

Ranum, Surat Lagi…

Ranum yang baik, selamat pagi. Apa kabar? Semoga pagimu sejuk dan tenang. Apakah masih kau lakukan ritual itu? Memasang lagu keroncong sambil menikmati roti panggang dan segalas susu putih? Aku rindu pagi yang seperti itu. Pagiku kini diisi gegas sebab jalanan cepat sekali padat dan aku tidak ingin terjebak di jalanan padat itu. Tapi aku […]

Surat Lanjutan untuk Ranum

Selamat pagi, Ranum. Tadinya aku mau menulis untukmu semalam, tapi ternyata aku tak kuasa melawan ngantuk. Ehehehehe. Apa kabar, Ranum? Aku sudah janji akan bercerita lebih banyak di surat terakhirku, makanya kutulis surat ini. Aku ingin bercerita tentang hari kemarin yang luar bisa. Kemarin, setelah aku bangun tidur, aku tahu bahwa hari itu akan jadi […]

Ranum…

Selamat pagi, Ranum. Tadi aku terbangun karena suara hujan yang deras. Aku ingat, saat aku terjaga aku melihat jam di ponselku. Baru pukul 2 dini hari ternyata. Aku tidak langsung tertidur lagi, tapi menikmati momen itu sejenak. Udaranya jadi sejuk sekali dan kesepian tidak terlalu terasa sebab ada suara hujan yang mengisi kekosongan. Tentu, bagi […]

Renungan Pinggir Jalan

Siang itu matahari seperti pilih kasih. Dia terik di atasku, tetapi aku lihat di utara dia lembut bermain dengan awan. Aku tidak kesal kepadanya, justru tumbuh cintaku pada pohon rindang di tepi jalan besar yang kulalui. Aku hirup udara yang segar di bawahnya, di antara deru suara kendaraan yang menderu selalu. Lucu juga melihat pohon […]