sekadar ocehan

Dan ada yang hanya semu, bahkan ketika kukira tak akan membuat jemu. Rupa tak mendefinisikan rasa, tapi rasa yang mendefinisikan rupa. Lahir dan batin kadang sering tidak seirama. Lalu doa meluncur. Memperhalus semua. Doamu yang mana yang ingin lekas dikabulkan? Pagi datang dengan harapan, siang menawarkan kekecewaan, lalu sore datang dengan perenungan, pada malam semua diusahakan selesai. Kejutan adalah yang paling bebas. Dia bisa datang kapan saja, di mana saja. siapa sangka, bukan? Read more

Advertisements

Detik dan ruang

Detik selalu meruang
Ruang tak pernah luput dari detik
Kamu menua setiap saat, tapi tak cukup juga kau jelajahi ruang itu

Detik menjelma menit menjelma jam menjelma hari menjelma minggu menjelma bulan menjelma tahun menjelma dekade menjelma abad menjelma milenium, tapi sebenarnyalah itu semua tetap detik

Ruang tak menjelma apapun. Ruang akan tetap meruang sedang kita akan terus menerus mengisi dan menghancurkan isi dengan kebosanan dan keinginan kita yang tak kunjung tua

Detik dan ruang yang megah tak pernah kehilangan kerendahhatiannya.
Manusia dan keinginan tak pernah kehilangan keegoisannya.
Hidup tak pernah kehilangan ketabahannya.
Sungguh mempesona.

Racauan di atas awan

Racauan di atas awan

4400 mil per jam. Sebegitu cepatkah perasaan kita yang menggebu? Kota-kota mengecil lalu hilang dari pandangan. Bayanganmu tetap saja berkelebat. Dan sungguh berkabut kenangan akanmu. Dan di antara awan awan yang bergulung menggumpal, kusisipkan rasa yang memang selalu menggulung agar jatuh di kotamu dalam sela rimis hujan.

Penyair yang Kakinya Berdarah

berdiri papa

tak ada yang memapah

katakata terlontar hampa

tanpa sumpah serapah

 

pendengar tak ada

apalagi penikmat

angan bergulir layaknya roda

tanpa ada yang dilumat

 

berdiri jumawa

tak apa

toh tak ada tawa

tak ada canda

 

ia, seorang penyair

yang kakikanya berdarah

yang baunya anyir

mencipta padang merah

tanpa nyinyir

tanpa marah

hmmm hm hm hm hmmmmmm hmmm…

Senandung buyung menimang hati yang resah diterpa gundah

ketenangan merasuk lewat suara lirih mendayu

tempo seakan melambat,

memori terputar membawa kasih

belaian lembut masalalu memberi rehat bagi jiwa yang terus berlari

 

kenangan ada untuk diputar saat kita lelah, tuan

bukan untuk memperlambat jalan kita menuju esok hingga entah

 

30 03 2011

Ranum, surat lagi, nih

Halo, Ranum.Apa kabarmu? Lama juga kita tidak bertukar kabar. Aku rindu kamu, Ranum. Aku rindu bercerita denganmu. Apa kabar kotamu? Di kotaku sedang musim pancaroba sepertinya. Sebentar panas, sebentar hujan. Aku paling suka kalau cuacanya sedang mendung. Mendung seharian.Tanpa hujan, tanpa panas. Jika suasananya seperti itu, rasanya aku ingin mengajakmu jalan-jalan.Ya, maafkan aku yang seolah-olah tertelan rutinitasku di sini, padahal aku tidak menghasilkan apa-apa juga. Read more