Hai

:untuk yang selama ini masih di sana Kamu masih di sana? Banyak cerita yang butuh ditenangkan di sini. Ngomong-ngomong, aku rindu. Semoga terbaca, ya. Kalau tidak terbaca, yasudah. Kalau kau tak lagi di sana, juga tak apa. Kita memang harus pergi, kan, pada akhirnya. Kata-kata semakin sekarat, waktu menjadi asing, sementara hidup tetap berjalan… Advertisements

Terserah Siapa yang Bicara

Suatu sore di beranda rumah.  “Apa yang ada dalam pikiranmu?” “Savana.” “Dengan kijang yang merumput?” “Dengan lalat yang dilupakan.” “Dengan senja yang mengharukan?” “Dengan siang yang terik.” “Apakah tidak terlalu terasing?” “Apakah harus selalu akrab?” “Tidak juga. Kita bahkan tak selalu akrab.” “Benar juga. Tapi tak apa, kan?” “Tentu tak apa. Daripada bosan.” “Lalat suka […]

4.20

Ada sebagian yang baru rebah pukul segini, tapi di luar aku juga dengar kendaraan lewat. Mungkin baru akan berangkat kerja. Pukul segini katakata semakin kaku dan rapat seiring dengan imajinasi yang sudah sejak lama mampat. Kalau begini, tulisanku akan kaku dan dingin. Sudah lama aku tidak berdialog dengan diri sendiri. Dialog itu perlu: dengan diri […]

Perbincangan

Kopi sudah tandas Hari sudah sore Tawa sudah habis Tapi kisah belum dideraskan Lalu kau berbicara tentang Kekecewaan Ketakutan Keinginan Yang berebut menguasaimu Hingga kau jengah Aku berbicara tentang Kemungkinan Kesempatan Keharusan Yang kupikir akan berguna untukmu Hingga aku ragu Akhirnya kita sama sepakat ketakutan terbesar adalah Kematian akan rasa Mungkin Kau lihat dirimu dalam […]