kebencian

kebencian itu hanya dipermukaan, sayang.
ketika kau buat percik-percik air di hatiku dan berubah menjadi ombak,
kebencian yg sudah mengendap -terlupakan- muncul kepermukaan.
kebencian itu tak sampai mengotori hatiku,
walau membuat hatiku tak sejernih seperti ketika tetesan sperma dibuahi di indung telur ibuku dan berubah menjadi makhluk baru.
kebencian itu mungkin aku perlukan, walau tak ku butuhkan.
hanya sekedar untuk menyadari bahwa aku masih hidup di dunia fana ini.
atau mungkin itu bukan benci?
hanya tak suka yg kutafsirkan sebagai benci.
maaf, aku tak pandai menafsir rasa
seperti engkau tak pandai menafsir kata.

Advertisements

renungan

kita memang perlu merenung,
setelah apa yang kita lakukan.
pikirkan, seberapa banyakkah orang yang pernah tersakiti oleh ucapan kita?
pikirkan, seberapa banyak orang yang tersenyum karena kita?
pikirkan, seberapa banyak orang yang sudah berjasa dalam hidup kita?
pikirkan, seberapa banyak kah usaha yang harus kita keluarkan untuk membalas semua hal baik itu?

renungkan semua hal yang ada di dunia ini.
pikirkan lah!
karena kita diberi kemampuan untuk berpikir, maka gunakanlah!
pikirkan, betapa baiknya Tuhan yang memberikan kita hidup.
pikirkan, bahwa kita diberi kehidpan adalah untuk menebarkan cinta dan kasih sayang,
bukan untuk saling menyakiti.
renungkanlah sikap kita.