Sekilas

Apa kabar asterik yang bertaburan di matamu dan bulan yang serupa kroisan? Trotoar tak lagi mengantarkan kita pada sebuah pelukan yang mengantarku mengantarmu sekilas saja, dan aku paham kita tak lebih dari sebuah lagu lama yang lirih aku gumamkan seperti katamu, nostalgi seperti ini tak datang setiap hari

Pelarian

Aku lari ke dalam kata lagi kucari apa yang tak ada kubuang apa yang tak kumau ada dunia nyata semakin menyeramkan dan menyesakkan atau jangan-jangan dunia nyata baik-baik saja hanya aku yang buta dan duka lebam-lebam aku remuk digilas ketakutan dan kegelisahan dan kata-kata menawarkan kegelisahan lain yang lebih dahsyat dari kegelisahanku dan kata-kata menawarkan […]

Tak Ada Judul yang Tepat untuk Ini

:untuk temanku yang pemalu   Kemarin aku jumpa kau juga akhirnya. Seperti biasa, kutumpahkan ceritaku padamu. Tapi kau tak mampu menampung ceritaku. Kau juga penuh dengan gelisah dan kerisauan yang sepi.   Mungkin kita berdua harus belajar dari kesepian, teman kita yang setia. Yang dengan sabar mendampingi kita dan terus-terusan hadir di saat paling rentan. […]

Ranum, ini kabar terbaru

Hai, Ranum. Apa kabar pagimu? Pagiku dingin dan menyegarkan. Aku harap kita bisa bersama merasakan pagi nikmat sambil menyeruput coklat panas dan roti panggang. Aku rindu, Ranum. Sudah berapa kali aku bilang aku rindu? semoga tidak segera menjadi klise, ya. sebab dalam setiap kata rindu yang kuucapkan aku kirimkan sejuta pelukan untukmu. Sekarang aku jadi […]

Perihal daun

Tiba-tiba terbayang daun yang jatuh dari ranting, tertiup angin, jatuh di jalan setapak, terbawa sepatu yang menginjaknya, dan berakhir di selokan yang mampat. Betapa ia rindu pohon yang selama ini menjadi rumahnya. Betapa ia sedih tak dipeluk tanah. Tapi daun tak mengeluh. Tak pernah ada daun yang menangis. Dia rebah dalam pelukan semesta. Sebab selokan […]