Jendela dan Embun

Jendela dan Embun

“kutahu kau akan datang seperti aku mengetahui kau pasti akan hilang meski aku tak tahu kapan kau akan datang dan kapan kau akan hilang.” ujar tirai menatap lekat embun yang melekat pada jendela. Ia rindu.

Advertisements

Krisan Kuning

krisan kuning

 

kamu bilang, wanita yang sedang membeli bunga terlihat anggun. Aku tidak mengerti bunga dan aku tidak pernah membeli bunga, jadi kemungkinan besar aku tidak pernah terlihat anggun di matamu. Tapi aku tahu apa itu indah. Kubayangkan bunga krisan kuning yang aku suka ini telah dipetik dan dijual kepada wanitamu. Kamu tak akan pernah tahu, bahwa sebelum dia, aku telah lebih dulu mengagumi keindahan bunga ini. Kamu tak akan pernah tahu caraku menikmati keindahan.

Selamat pagi, Semesta. Terima kasih telah memaksaku mengerti perpisahan, terima kasih telah membuatku menghargai kehilangan. Terima kasih untuk semua hal baru, terima kasih untuk semua kejutan.

Kamu dalam Ceritaku

Aku tak lagi pandai menulismu. Aku tak lagi mampu menghadirkan kamu dalam tulisan. Kupikir, memang mungkin sudah waktunya aku menghadirkan yang lain dalam tulisan-tulisanku. Waktu terus saja berjalan tanpa kenal lelah. Aku juga terus berjalan, dengan pandangan lurus ke depan, tanpa memerhatikan sekitar. Aku sombong, aku tahu. Tak seharusnya aku tidak memerhatikan sekitar, bukankah semua saling terkait? Lalu kenapa aku ingin berjalan sendiri?

Hingga pada suatu malam aku merasa jalanan pulang yang biasa kulalui begitu berbeda, begitu manis. Read more

Terima Kasih

:Untuk yang benar-benar selalu ada untukku

 

Terima kasih banyak. Tebakanmu selalu benar. Terima kasih untuk selalu di sana saat aku butuh tempat untuk berlari. Aku menyukai perbincangan kita. Perbincangan panjang kita. Tentang hal-hal aneh. Tentang rasa, manusia, diri, tentang kita. Aku menyukai malam-malam yang pernah kita lalui bersama. Aku menyukai melihatmu bahagia.

Cerita tentang kita

perjalanan, pergantian malam, pergantian hari, cerita, kereta, stasiun, selalu lekat denganmu. selalu dekat. seakan terikat. terima kasih, terima kasih telah sangat sangat manis. nanti akan kuceritakan kisah kita pada siapapun atau bukan siapa2. mungkin lewat diam, mungkin lewat kata, mungkin lewat mata. kamu abadi dalam memori. maaf untuk semua ketidakjelasanku. aku cinta kabut, cinta embun. kunaungi kau dalam abu-abu, kusegarkan kau dengan tetes sejuk dinihari.
mari terus dan selalu bercerita.