Kamu dalam Ceritaku

Aku tak lagi pandai menulismu. Aku tak lagi mampu menghadirkan kamu dalam tulisan. Kupikir, memang mungkin sudah waktunya aku menghadirkan yang lain dalam tulisan-tulisanku. Waktu terus saja berjalan tanpa kenal lelah. Aku juga terus berjalan, dengan pandangan lurus ke depan, tanpa memerhatikan sekitar. Aku sombong, aku tahu. Tak seharusnya aku tidak memerhatikan sekitar, bukankah semua saling terkait? Lalu kenapa aku ingin berjalan sendiri?

Hingga pada suatu malam aku merasa jalanan pulang yang biasa kulalui begitu berbeda, begitu manis. Continue reading “Kamu dalam Ceritaku”

Terima Kasih

:Untuk yang benar-benar selalu ada untukku   Terima kasih banyak. Tebakanmu selalu benar. Terima kasih untuk selalu di sana saat aku butuh tempat untuk berlari. Aku menyukai perbincangan kita. Perbincangan panjang kita. Tentang hal-hal aneh. Tentang rasa, manusia, diri, tentang kita. Aku menyukai malam-malam yang pernah kita lalui bersama. Aku menyukai melihatmu bahagia.

Cerita tentang kita

perjalanan, pergantian malam, pergantian hari, cerita, kereta, stasiun, selalu lekat denganmu. selalu dekat. seakan terikat. terima kasih, terima kasih telah sangat sangat manis. nanti akan kuceritakan kisah kita pada siapapun atau bukan siapa2. mungkin lewat diam, mungkin lewat kata, mungkin lewat mata. kamu abadi dalam memori. maaf untuk semua ketidakjelasanku. aku cinta kabut, cinta embun. […]