Ceracau Minggu

Aku menggali kenangan tentangmu lagi. Di saat hidup terasa hambar seperti ini, menggali kenangan manis bukanlah suatu kesalahan. Aku ingat, saat itu bulan Juli, tapi aku tidak ingat tanggal atau harinya. Akhirnya aku pergi ke kotamu. Kita pergi bersama dari kotaku dengan kereta. Malam pertama yang kuingat adalah malam dalam perjalanan. Kamu tertidur pulas di […]

Reracau

Pasti banyak yang cinta Semar. Tapi siapa yang cinta Togog? Mungkin tak sebanyak yang cinta semar. Aku pernah ingin mencintai Togog, tapi takut karena tak lazim. Seperti warga Ayodya yang mencintai Rahwana. Aneh. Lalu kini aku semakin asing dengan perasaanku sendiri. Aku takut. 

Kutipan Cerita dalam Kepalaku

“Biar kubawa ini ke kutub, tempat terjauh darimu.” katanya sambil mengambil gelisah dan khawatir dari kepalanya. Ia masukkan yang ia ambil dari kepalanya ke dalam karung. Ia ikat kuat-kuat. Tak banyak khawatirnya, tapi kuat. Lalu ia pergi sambil membawa karung itu. Hanya karung itu yang ia bawa. Sambil tersenyum dia bilang, “Mungkin ada baiknya aku […]

Ini Tidak Seperti dalam Ceritamu

Aku sedang melakukan perjalanan dengan kereta. Tapi tak seperti dalam ceritamu, meski aku ingin sekali kisah perjalananku seperi ceritamu. Cerita tentang sebuah pertemuan dengan obrolan bermakna di kereta. Tapi aku tak jumpa siapa-siapa. Tidak ada “halo” atau perkataan apapun. Yang ada hanya diam. Aku melakukan perjalanan pada sore menjelang malam. Dan aku sering sekali membayangkan […]

Teduh

Aku Teduh yang hadir ketika kau menikmati kopimu siang hari tadi di sebuah kedai yang rimbun. Kudengar kau gumamkan banyak kata yang sewujud rapalan mantra tentang kecewa. Sebuah dendang merdu yang dibawa angin tak cukup meredam kecewamu rupanya. Aku ingin sekali menemanimu menghabiskan kopi itu dan mendengar lebih lama rapalan anehmu itu. Tapi aku tahu, […]

Dongengkan aku

Apa yang kamu harapkan dariku? Aku terperangkap waktu yang semakin keras. Dongeng sudah tidak laku lagi di duniaku. Banyak yang sudah lupa pada dongeng. Memang, ada beberapa yang masih mendongeng. Tapi dongeng hanya ada di dunia anak-anak yang belum diperangkap waktu. Manusia dewasa semakin hari semakin gersang. Banyak hidup yang bergerak sesuai tiktoktiktok jam. Pukul […]

Perbincangan Ruang Tamu

Semalam Angin berkata padaku, “Yang kau rindukan akan segera datang padamu esok.” Bukan main senangnya hatiku. Sudah berapa purnama kita tak saling tatap? Sudah berapa pelangi kita lewatkan? Aku terlelap dalam senyum. Aku lupa, bahagia tak pernah kekal. Kamu memang sering membuatku lupa diri. Aku membayangkan wajahmu dan kujelmakan sosokmu dalam mimpiku. Di dalam mimpiku, kamu tersenyum di pagar, aku tersenyum di dalam ruang tamu, melihatmu. Continue reading “Perbincangan Ruang Tamu”

Kutipan Cerita dalam Kepala: Percakapan

  Gadis itu membuka telepon genggamnya. Menekan nomor-nomor, lalu berbincang dengan teman baiknya di seberang sana. “Aku kesepian. Temani aku mengobrol.” “Memang kau sedang di mana? Jangan merasa kau seorang diri. Kan kau punya teman.” “Di danau tempat biasa.” “Di danau sepi itu? Pantas saja. Kau salah mengartikan sepi hingga merasa kesepian.” “Lalu aku harus […]

Kutipan Cerita dalam Kepala

Seperti pertemuan yang dilakukan oleh manusia lainnya, kita selalu memulai pertemuan dengan ucapan biasa, seperti “hai”, “halo”, atau sebuah senyuman. Kita tidak pernah memulai pertemuan dengan sesuatu yang tidak biasa, dengan sebuah ciuman misalnya atau bahkan tangisan. Tetapi sebenarnya kita sama-sama mengetahui bahwa sebuah pertemuan tidak selalu dibuka dengan perasaan senang. Ada kalanya sebuah pertemuan […]