Ranum, Rindu Aku?

Selamat pagi, Ranum. Apa kabar kamu? Rindu aku? Aku rindu kamu. Lama sekali aku tidak menulis surat kepadamu. Aku tertelan kesibukanku sendiri, Ranum. Kamu sedang sibuk apa? Aku selalu ingin mengetahui kesibukanmu. Mengetahui hal-hal yang kamu suka, yang kamu nikmati.

Sekarang aku sudah lulus kuliah, Ranum. Aku sempat menganggur, tapi sekarang aku sedang bekerja di sebuah kementrian sebagai seorang editor lepas. Aku hanya dikontrak selama sebulan, Ranum. Baru kali ini aku merasakan arti kerja yang sesungguhnya. Kamu kan tahu sendiri kalau aku ini anak manja yang memang dimanjakan. Continue reading “Ranum, Rindu Aku?”

Advertisements

Ranum, Ini Tentang Mimpi

Halo, Ranum. Bagaimana kabarmu kali ini? Baik-baik saja, kan? Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu, karena kau orang  baik. Kabarku biasa-biasa saja, Ranum.  Aku selalu bersukur karena aku dikelilingi oleh orang-orang baik, tidak ada alasan bagiku untuk membenci hidup.

Kali ini bolehkah aku berbicara tentang mimpi, Ranum? Ya, mimpi yang kata orang bunga tidur. Ketika aku menyikat gigiku malam ini, aku berpikir tentang mimpi. Beberapa tahun belakangan (mungkin tiga tahun) aku jarang sekali mimpi berlari; karena dikejar sesuatu atau menghindari sesuatu. Sekarang aku lebih sering bermimpi tetang perjalanan mencari sesuatu, atau aku sebagai orang yang menyaksikan sesuatu. Aku tidak lelah lagi dalam mimpi. Continue reading “Ranum, Ini Tentang Mimpi”

Celoteh subuh

Sekarang hampir subuh. Apa yang sedang kamu lakukan? Tidur nyenyakkah kamu? Tidurlah yang nyenyak. Aku bertaruh, kamu pasti baru saja terlelap beberapa jam yang lalu. Tidakkah kamu lelah?
Tadi aku melakukan perjalanan dini hari. Hujan turun, jalanan basah dan sepi, lampu jalan remang. Aku membayangkan perjalanan jauh. Mungkin lain kali aku harus melakukannya, Continue reading “Celoteh subuh”

Ranum, Surat Lagi

Halo, Ranum. Ini surat lagi dariku. Jangan bosan, ya. Kamu memang tidak boleh bosan dengan kata-kata dariku, dengan cerita-ceritaku. Aku menulis ini khusus untukmu. Hanya untukmu. Harusnya kamu merasa bangga, kamu istimewa bagiku. Liburan ini akhirnya pergi ke luar kota dengan teman-teman. Lebih tepatnya, aku dibolehkan oleh orangtuaku pergi ke luar kota dengan teman-temanku tanpa […]

Kepada Ranum

Halo, Ranum. Apa kabar kamu? Lama sudah aku tak  mengirim surat padamu. Beberapa waktu lalu aku sempat menulis surat untukmu, tapi tidak kuselesaikan. Maaf ya, Ranum. Tapi aku sungguh Rindu Kamu. Ranum, aku mulai suka stasiun, terlebih langit-langitnya. Aku suka aksen Eropa yang ditinggalkan di stasiun oleh para penjajah itu. Semuanya membuat stasiun tampak anggun […]

Bahagialah, Sayangku

Anakku, kau tahu tidak kalau sekarang aku amat sangat khawatir tentangmu, tentang hidupmu. Kau amat sibuk sekarang, kau bahkan tak punya cukup waktu untuk sekadar mengucapkan selamat malam kepadaku. Kau pulang larut lalu berangkat pagi-pagi sekali.  Kau sadar tidak kalau sekarang kita sudah tak punya banyak waktu lagi untuk bertukar cerita? semoga kau selalu baik-baik […]