Adieu

:Untuk Agung Dwi Ertato Aku tak tahu berapa malam telah kita habiskan untuk bercerita atau sudah berapa huruf kita baca atau berapa jauh jalan yang telah kita tapak bersama Yang aku tahu kita sudah lama tidak berjumpa Baik mata atau kata Aku tak tahu apakah kau masih menulis puisi atau dimana kau menikmati kopi atau […]

Ini Tentang Rindu, Ranum

Ranum, aku rindu kamu. Aku sungguh rindu kamu. Aku hampir menangis karena rindu ini–dan hal-hal lainnya. Aku butuh pundakmu untuk bersandar, dan petikan gitarmu untuk tenang. Aku ingin melepas beban di sampingmu dan bercerita tentang betapa mengerikannya prasangka. Tentang potensi menyakitkan yang dikandung harapan. Aku ingin bercerita dan bercerta terus sambil menghabiskan malam denganmu. Ranum, […]

Pertemuan

:Untuk temanku yang pemalu Tapi kini kau tidak pemalu lagi “Malu hanya awal. Setelah langkah pertama, semua mudah saja.” begitu katamu. Aku senang mendengarnya. Aku senang mendengarmu. Percakapan seperti sudah usang di antara kita dan jarak terentang seperti tak terjangkau hingga kemarin, ketika kau datang kepadaku lalu cerita tumpah dari bibirmu. Telingaku gembira menerima tumpahan […]

Pada sabtu ada rindu

Ada satu hari yang cerah di Desember yang basah. Hari sabtu. Hari yang ditunggu-tunggu. Langit begitu bersih sejak semalam. Awan bergumpal seperti kapas, latarnya langit biru. Indah sekali. Hari yang dinantikan banyak orang untuk bergembira. Tapi bagaimana aku bisa tersenyum? Kita bertemu pun tidak. Padahal mataku sudah amat rindu bersitatap dengan matamu yang coklat. aku […]

Subuh

Subuh ini aku merindumu Ketika kokok ayam jantan telah terdengar beberapa saat lalu Subuh ini aku terjaga lebih cepat, Meski tetap enggan beranjak dari pembaringan -kamu sudah bangun?- Subuh ini aku teringat janji kita kemarin Kamu sanggup menepatinya? Tidak usah kau sanggupi dan tepati. Jangan terjaga dulu subuh ini Nikmati mimpimu Istirahatlah sejenak dari beban-bebanmu […]