Tak Ada Judul yang Tepat untuk Ini

:untuk temanku yang pemalu   Kemarin aku jumpa kau juga akhirnya. Seperti biasa, kutumpahkan ceritaku padamu. Tapi kau tak mampu menampung ceritaku. Kau juga penuh dengan gelisah dan kerisauan yang sepi.   Mungkin kita berdua harus belajar dari kesepian, teman kita yang setia. Yang dengan sabar mendampingi kita dan terus-terusan hadir di saat paling rentan. […]

Surat untuk Hanuman

Sumber: Google Halo, Tuan Hanuman yang saya kagumi. Perkenalkan, Aku Galuh. Seorang perempuan biasa yang mengagumimu. Aku memang belum pernah bertemu denganmu atau melihatmu secara langsung, tapi aku sering membaca cerita tentangmu. Tentu saja, ceritamu hadir dalam berbagai versi. Ada yang menceritakanmu sepintas lalu saja, sebagai seekor kera di Goa Kiskenda, pasukan Subali yang disuruh […]

Surat Dini Hari

Halo, Ranum

Aku tulis surat ini dini hari. “dini hari”, manis, ya? Seperti namaku. Ah, sudahlah, jangan kita bicarakan tentang dini hari. Aku menulis surat ini karena aku tidak bisa tidur lagi, Ranum. Aku tidur terlalu cepat dan terbangun tengah malam. Hingga saat ini mataku belum bisa terpejam.

Aku tidak terbiasa terjaga di waktu seperti ini. Hal ini membuatku gelisah. Aku mulai berpikir tentang banyak hal, mengandaikan berbagai kemungkinan di dalam hidup. Aku mulai mengarang-ngarang cerita yang membuat kepalaku sakit. Aku memutuskan menulis surat kepadamu agar kegelisahanku berkurang. Continue reading “Surat Dini Hari”

sekadar ocehan

Dan ada yang hanya semu, bahkan ketika kukira tak akan membuat jemu. Rupa tak mendefinisikan rasa, tapi rasa yang mendefinisikan rupa. Lahir dan batin kadang sering tidak seirama. Lalu doa meluncur. Memperhalus semua. Doamu yang mana yang ingin lekas dikabulkan? Pagi datang dengan harapan, siang menawarkan kekecewaan, lalu sore datang dengan perenungan, pada malam semua diusahakan selesai. Kejutan adalah yang paling bebas. Dia bisa datang kapan saja, di mana saja. siapa sangka, bukan? Continue reading “sekadar ocehan”

Selamat, Pagi!

Selamat, Pagi! padamu semua dimulai. Bergembiralah karena kau selalu jadi awal. Selalu menyenangkan, bukan, menjadi awal. Tak perlulah kau pusing-pusing soal akhir. Akhir biar berada pada malam. Awal turut menentukan akhir, bukan? Kau tahu betul soal itu, karenanya kau hadirkan dirimu selembut mungkin sebelum siang memunculkan permasalahan, kan? Kau biarkan semua tenang padamu. Kau berharap […]

Racauan Subuh

ada yang ingin diurai sebenanrnya. Tapi semua itu menggulung di kepala, saling bergumul dan menjadi semakin rumit. Semakin absurd saja semakin harinya. Pemahaman-pemahaman yang muncul karena pengalaman dan yang karena dialami orang lain membentuk sikap yang aneh. Sikap yang menerima semua sebagai kewajaran. Semua akan menjadi wajar saja kalau kita melihat dari sudut pandang yang […]

Kepada Ranum

Halo, Ranum. Apa kabar kamu? Lama sudah aku tak  mengirim surat padamu. Beberapa waktu lalu aku sempat menulis surat untukmu, tapi tidak kuselesaikan. Maaf ya, Ranum. Tapi aku sungguh Rindu Kamu. Ranum, aku mulai suka stasiun, terlebih langit-langitnya. Aku suka aksen Eropa yang ditinggalkan di stasiun oleh para penjajah itu. Semuanya membuat stasiun tampak anggun […]