Aku Sungguh-Sungguh Ingin Menulismu

Aku ingin menulismu. Sungguh. Di antara kerinduan, ketakutan, dan kejengahan atas hidup yang bergelora, aku ingin sekali meluangkan waktu untuk menulismu yang senantiasa tenang dalam kegelisahan. Menggambarkanmu dengan katakata yang kutahu tak pernah cukup. Continue reading “Aku Sungguh-Sungguh Ingin Menulismu”

Advertisements

Kubayangkan Tentang Kita

Kubayangkan kamu duduk berdua denganya di tepi danau. Mengamati daun yang bergoyang –hampir jatuh dari rantingnya-, atau sekadar mempertanyakan hal-hal yang jarang ditanya oleh kebanyakan orang. Sementara aku berjalan-jalan –entah dengan siapa-, menanyakan hal-hal yang menarik. Menertawakan hal-hal yang luput dari perhatian. Atau sekadar membaca buku. Dan kita tak akan lupa kisah-kisah kita yang telah […]

Subuh

Subuh ini aku merindumu Ketika kokok ayam jantan telah terdengar beberapa saat lalu Subuh ini aku terjaga lebih cepat, Meski tetap enggan beranjak dari pembaringan -kamu sudah bangun?- Subuh ini aku teringat janji kita kemarin Kamu sanggup menepatinya? Tidak usah kau sanggupi dan tepati. Jangan terjaga dulu subuh ini Nikmati mimpimu Istirahatlah sejenak dari beban-bebanmu […]

cerita tentangmu

kamu tahu? selalu menyenangkan melakukan perjalanan, terlebih denganmu. selalu menyenangkan ketika tangan kita saling menggenggam, dan dari mulut kita keluar celoteh-celoteh tentang diri masing-masing. selalu menyenangkan berada di balik punggungmu. menerka-nerka jalan mana yang kita lalui. sambil terus bertanya “di mana kita?”. selalu menyenangkan berdua denganmu. selalu menyenangkan berada di sisimu. entah itu sambil menggenggam […]