30414

Pada sore yang jatuh ada cerita yang merinai dan doa yang rimis. Kau masih mengingat semua yang manis dan yang sekarat (?). Dan kalau nanti kita tak lagi dapat berucap “saat ini..”, apakah kau siap? ‘Siap’ terlalu berat untukku yang selalu ragu. Wagu.  Advertisements

cerita sangat pendek tentang pohon

Namaku Intan. Kenapa namaku Intan? Aku tak tahu. Orangtuaku yang memberiku nama. Aku rasa, dalam namaku terkandung harapan mereka. Mungkin mereka ingin aku seperti Intan. Suatu kali ayahku pernah berkata bahwa intan akan tetap intan di manapun ia berada. Ia tidak akan pernah terkontaminasi. Mungkin, itu alasannya. Sebenarnya, aku tidak peduli pada namaku. Nama hanya […]

Hai, Ranum!

Halom Ranum, apa kabar? Sering malihat berita, bukan? Ibukota kebanjiran. Tapi tenang, rumahku tidak kebanjiran. Kamu masih suka hujan? Kalau iya, dia turun hampir sepanjang hari di rumahku. Mainlah ke sini, kita menikmati hujan berdua.

Belakangan ini aku sangat tidak produktif, Ranum. aku jarang sekali menulis. aku juga jarang membaca. Aku juga bingung apa yang kulakukan selama ini. Kamu sibuk apa sekarang? Tapi sesibuk apapun kamu, masih lebih sibuk kotaku. Iya, kotaku yang sibuk dan angkuh. Makanya, lain kali datanglah ke sini, akan kutunjukkan sisi menarik dari kotaku ini, yang tidak angkuh dan tidak sibuk. Continue reading “Hai, Ranum!”

Ranum

Halo, Ranum. Lama juga ya aku tidak mengirim kabar padamu. Aku rindu kamu, Ranum. Sangat rindu kamu. Kamu apa kabar? Sudah berapa cerita yang kau siapkan untukku? Cerita apa yang kau harapkan dari suratku ini, Ranum? Tapi seperti biasanya, aku bercerita sesukaku tanpa menghiraukan harapanmu. Hahahahaha. Jangan marah, Ranum. Karena kalau aku bercerita sesuai harapanmu, betapa akan membosankan pertemanan ini. Aku sayang kamu, Ranum. Aku rindu kamu. Continue reading “Ranum”

Surat untuk Ranum II

Ranum, aku tak sedang rindu siapapun.  Hanya rindu sesuatu. Maka kutulis surat untukmu. Suratku yang dulu belum juga kau balas. Apakah kau baca suratku itu? Waktu itu aku bilang aku rindu seseorang. Sekarang aku tak rindu lagi padanya. Aku tertelan rutinitas yang membuatku mual. Sekarang aku rindu ketenangan dan waktu yang lengang untuk sekadar mengenang […]

cerita tentangmu

kamu tahu? selalu menyenangkan melakukan perjalanan, terlebih denganmu. selalu menyenangkan ketika tangan kita saling menggenggam, dan dari mulut kita keluar celoteh-celoteh tentang diri masing-masing. selalu menyenangkan berada di balik punggungmu. menerka-nerka jalan mana yang kita lalui. sambil terus bertanya “di mana kita?”. selalu menyenangkan berdua denganmu. selalu menyenangkan berada di sisimu. entah itu sambil menggenggam […]