Tak Ada Judul yang Tepat untuk Ini

:untuk temanku yang pemalu

 

Kemarin aku jumpa kau juga akhirnya.
Seperti biasa, kutumpahkan ceritaku padamu.
Tapi kau tak mampu menampung ceritaku.
Kau juga penuh dengan gelisah
dan kerisauan yang sepi.

 

Mungkin
kita berdua harus belajar dari
kesepian, teman kita yang setia.
Yang dengan sabar mendampingi kita
dan terus-terusan hadir di saat paling rentan.

Tidakkah menurutmu demikian?

 

Atau kita perlu belajar dari angin yang setia berembus
meski kadang tak terasa dan kita tetap merasa panas?

 

Atau kita hanya perlu duduk berdua di tepi danau ketika matahari hampir terbenam dan kita tak perlulah berpikir tentang kesepian atau angin yang tak terasa meski berembus dan kita hanya akan diam dan memandang permukaan danau atau rerumputan yang tenang sebab kita tak perlu kata saat ini kita hanya butuh tenang dan saling merasa ada.

 

Saat ini kita hanya lelah mengepak
Seperti yang sering aku katakan padamu
Dan memang berat dan sedih kelelahan yang seperti ini
Tapi kan kita sama saling tahu bahwa
Akhir masih jauh dan kita masih harus mengepak
Maka kuatkanlah sayapmu dan mengepaklah lagi lebih tinggi

 

Nanti, kita kenang lagi saat ini dengan senyum bahwa kita pernah sama lelah, bimbang, dan kesepian, dan kita tak menyerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s