Catatan iseng: Jogja

Aku selalu suka Jogja. Aku pertama kali jatuh cinta terhadap kota itu ketika aku berumur 20 tahun, padahal jauh sebelum itu aku selalu ke sana setiap tahun. Mungkin karena di sanalah aku pertama kali menjejakkan kaki jauh dari pengawasan orangtuaku. Jogja selalu istimewa sebab di sana hanya ada kenangan tentang jatuh hati, tanpa pernah sekalipun patah. Aku beberapa kali jatuh hati di sana dan berbahagia. Makanya, aku sering sekali rindu kota itu. Rindu langitnya, jalanannya, restoran-restoran kecilnya, titik nol-nya. Rindu dibonceng naik motor dari siang sampai malam, kalau lapar mampir di tempat makan, disambi mengobrol, lalu pulang. Mungkin aku harus segera ke sana lagi. Atau mungkin aku harus kutemukan kota lain untuk jatuh cinta. New York mungkin?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s