Perihal hidup

:catatan tentang kejenuhan

hidup memang seringkali lucu
sebab kau bisa lupa pada kesedihan hanya dengan
sebuah tawa atau
malah sebaliknya.

untuk menghidupi hidup
tak jarang kita sering mati;
mati gaya, mati rasa
mati-matian untuk hidup

tapi untuk mati kita butuh hidup
dan apakah hidup itu?
cukupkah hanya dengan bernafas?
Bagiku, hidup bukan hidup jika

tak mampu memaknai

Dan untuk memaknai
manusia tak hanya butuh isi dalam kepala
tapi juga cahaya
dari hati

(Setelah tulisan ini selesai, kejenuhan belum juga berlari.
ia masih bersandar di sana. Lekat menatap sambil tersenyum)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s