Sekitar delapan atau sembilan tahun lalu, aku pernah menulis tentang hidup dan pilihan. Intinya, dulu aku merasa bahwa kita harus selalu memilih di dalam hidup karena sejatinya hidup hanyalah perkara pilih memilih. Alangkah baiknya jika kita sebagai aktor utama dalam hidup dapat memilih setiap pilihan dengan sadar.

Kini aku juga ingin menulis tentang pilihan. Aku tidak akan menyangkal pemikiranku dahulu. Aku hanya ingin menambahkan beberapa hal. Diriku yang dulu belum pernah dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Tentu, pendapatku ini sangat wagu. Aku memaknai diriku yang dulu menggunakan kacamata diriku yang sekarang. Tentu saja, dulu mungkin aku pernah menghadapi pilihan yang sulit. Tetapi semakin aku dewasa semakin aku paham, perkara pilih-memilih adalah perkara yang rumit.

Manusia dewasa seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak dapat dipilih dengan cepat. Atau dalam kasus ekstrem, mereka diharuskan memilih yang tidak ingin dia pilih. Apakah hidup masih perkara pilih memilih jika begini? Manusia dewasa terikat oleh berbagai perangkat peraturan yang mengharuskan mereka tunduk atau patuh. Hal itu membuat mereka tidak lagi dapat memilih karena kadang ada pihak dengan wewenang yang lebih besar yang memilih untuk mereka. Tentu saja, sebenarnya mereka dapat memilih memberontak. Tapi, mereka harus sanggup dengan risiko yang mengikuti.

Kalau aku dapat bertemu dengan diriku yang dulu, aku ingin berbicara masalah pilih-memilih ini. Aku akan katakan padanya bahwa ada beberapa pilihan dalam hidup yang juga berdampak kepada kehidupan orang lain. Apakah kita sebagai yang memilih sanggup juga bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat di dalam kehidupan orang lain? Kalau jawabannya iya, maka kita termasuk beruntung. Kalau tidak, kita harus memikirkan lagi matang-matang segala dampak yang mungkin muncul. Mulai dari kemungkinan terbaik, hingga yang terburuk. Atau kita dapat memikirkan opsi lain yang dapat dipilih, yang tentu saja dianggap lebih baik.

Wahai diriku yang dulu, beruntungnya dirimu yang dapat memilih dengan bebas. Kamu manusia merdeka, tapi belum dapat memaknai kemerdekaan. Kini, aku dapat memaknai kemerdekaan karena aku sadar bahwa aku tidak sepenuhnya merdeka. Tapi tidak apa, aku tidak menyesali segala pilihan yang aku buat.

Aku juga ingin berkata kepada diriku yang dulu untuk berhati-hati memilih kata. Sekali kata keluar dari mulut, ia tidak bisa ditarik lagi. Dan kata-kata, wahai aku yang dulu, sungguh sangat kuat. Ia dapat melembutkan hati yang keras. Ia dapat memberikan pemahaman. Ia juga dapat menjadi media bagi manusia untuk berimajinasi. Tapi kata-kata juga dapat sangat menyakitkan. Ia dapat menusuk perasaan, membawa kebencian, atau bahkan memupuk dendam.

Semoga kita selalu dapat mengucapkan kata-kata yang menyejukkan, atau setidaknya tidak membawa kebencian. Mungkin karena tahu betapa kuatnya kata-kata, aku lebih sering mendengarkan daripada berbicara. Aku takut, kata-kataku lebih tajam dari belati. Sementara aku paham, tak selalu kata “maaf” dapat menyembuhkan. Tapi aku tidak memungkiri bahwa aku pernah juga mengeluarkan kata-kata yang tajam. Setelah lawan bicaraku berdarah perasaannya, perasaanku hancur. Aku merasa bersalah. Kata “Maaf” kadang tak ada gunanya. Aku yakin, dia pasti bisa merasakan maafku yang tulus, dan jika ia tidak menerima maafku, aku rela. Aku yang salah, aku menerima kebenciannya.

Dan untuk diriku di masa depan, seperti yang dikatakan oleh diri kita di masa lalu, hidup itu perkara pilih-memilih. Kamu akan selalu memilih hingga nanti. Aku berharap kamu selalu dapat memilih dengan sadar. Kamu tidak boleh menyesal dengan apapun pilihanmu. Semoga kamu dapat memilih yang baik, baik bagi dirimu juga orang di sekitarmu. Mungkin nanti kamu harus memilih untuk orang lain, pastikan pilihanmu membuat mereka lebih baik. Semoga kamu dapat selalu memilih dengan kasih dan cinta sehingga hasilnya juga akan baik. Aku akan belajar banyak agar kamu nanti dapat lebih dewasa dan bijaksana dalam memilih, juga kuat dengan segala risiko yang mengikuti pilihanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s