Montase kerinduan

:untuk temanku yang pemalu

Aku rindu,

Itu saja.

***

Kapan kita berjalan bersama lagi sambil bercerita dan berbahagia?

***

Toko roti dan kopi. Ayo kita habiskan sore di sana! Kali ini, aku yang membayar. Kau dengar ceritaku saja. Sambil makan roti dan minum kopi tentu.

***

Apakah pagimu masih sama? Dipenuhi irama musik keroncong dan aroma roti panggang?

Aku rindu menatap punggungmu, sementara kau menyiapkan sarapan kita. Aku sudah siapkan susu untuk melengkapi roti panggang buatanmu.

***

Sudah lama aku tidak bertandang ke stasiun. Tempat yang lekat denganmu. Tak pernah lagi kuhabiskan dua jam melihat kereta lewat sambil sesekali melambai gembira ke masinis. Tak pernah lagi aku duduk di kursi stasiun tua, menghabiskan secangkir kopi yang terlampau manis sambil mendengar jeritan lokomotif dan menerka jenisnya. Sudah lama aku tidak menikmati waktu santai. Apalagi bersamamu.

***

Doaku masih membumbung ke langit tampaknya. Belum sampai ke Tuhan atau kembali merinai padamu.

Advertisements

2 thoughts on “Montase kerinduan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s