Saya lamat-lamat tak kenal siapa saya.

Banyak yang pelan-pelan lamur, tapi saya tak peduli benar.

Waktu toh memang mengaburkan banyak hal.

Saya lamat-lamat tak mendengar hati saya.

Banyak yang harusnya dikeluarkan, tapi saya tak peduli benar.

Telinga toh tak untuk menangkap kata hati.

.

.

.

Tapi di tengah ketakpedulian yang sunyi ini, saya pelan-pelan ingin mengenal diri saya lagi agar saya tidak benar-benar hilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s