Kapan Pulang?

Kesedihan tetap saja menusuk tenggorokan. Seperti sekat untuk katakata yang ingin berhambur. Masing-masing kita akan pulang ke rumah. Tapi bagaimana caraku pulang kalau belum juga kutemukan rumah? Aku lelah singgah. Sungguh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s