Perjumpaan

:untuk temanku yang pemalu

Seperti dulu,
Kita berbincang di kedai kopi
Lama dan berbahagia
membicarakan ketidakbahagiaan
yang kemarin mampir dalam diri

Kau masih menjadi teman yang menyenangkan
Dan pemalu
sementara aku masih penuh letupan

kita tertawa
dan setuju hidup sudah semakin penat
cerita sudah tak mampu lagi dipepat
dan ia butuh tempat

Rindu itu, temanku
Menampakkan wujudnya lewat mata
Lewat cerita
Lewat tawa
Sore itu, rindu berbahagia karena telah jumpa pelipurnya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s