Malam Minggu

Malam minggu kali itu diawali oleh sore yang hampir kuyup;

Kita lintas jalan dengan cepat, dan terus berharap “Jangan lebur dulu, awan. Ada tempat yang harus dituju.”

Dan malam terus saja basah. Aku dan kamu dipisah janji temu —Gelisah mendapat ruang bebas ketika itu.

Malam minggu hampir berlalu

Ternya kau tunggu aku di jalan pulang; dengan satu helm dan kesabaran tambahan

Rintik sudah berhenti sejak sejam lalu

Sementara gelisahku baru saja berhenti ketika tatap beradu.

Malam minggu itu dingin, tapi ada yang hangat di dalam diri. Entah di mana, tak teraba.

Aku pulang dengan senyum di malam minggu

Berkatmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s