4.20

Ada sebagian yang baru rebah pukul segini, tapi di luar aku juga dengar kendaraan lewat. Mungkin baru akan berangkat kerja. Pukul segini katakata semakin kaku dan rapat seiring dengan imajinasi yang sudah sejak lama mampat. Kalau begini, tulisanku akan kaku dan dingin. Sudah lama aku tidak berdialog dengan diri sendiri. Dialog itu perlu: dengan diri dengan orang lain. Tapi dialogku hanya sebatas hal-hal kaku saja. Temanku pernah bertanya, “rasamu mati, ya?”. Aku tak tahu. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Siapa yang tahu? Aku harap sih tidak. Aku paling benci mati rasa. Tapi aku sudah lama tak ambil peduli pada perasaanku dan orang lain. Dan ini mengerikan. Aku mengerikan. Pukul segini aku takut dengan diriku sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s