Pertemuan

:Untuk temanku yang pemalu

Tapi kini kau tidak pemalu lagi
“Malu hanya awal. Setelah langkah pertama, semua mudah saja.”
begitu katamu.
Aku senang mendengarnya. Aku senang mendengarmu.

Percakapan seperti sudah usang di antara kita
dan jarak terentang seperti tak terjangkau
hingga kemarin, ketika kau datang kepadaku

lalu cerita tumpah dari bibirmu.
Telingaku gembira menerima tumpahan darimu
Kita berjalan menyusuri lorong
dengan kopi di genggaman
serta cerita di bibir
di bawah bulan yang terlihat seperti lampu jalan dan malam yang rimis

Tidak pada setiap pertemuan kita dapat bercakap sedekat ini
tidak pada setiap percakapan kita sehangat ini
Tapi pada setiap kehangatan selalu terselip kebahagiaan

Bahagialah, temanku
jalan bagi kita masih jauh
mungkin akan kita lalui lagi hari-hari panjang tanpa kata dan perjumpaan
mungkin masih akan ada lagi rindu yang hadir
mungkin penat akan lebih rajin mengurung kita
masih banyak ‘mungkin’ yang akan kita lalui

jadi, rentangkanlah sayap dan terbanglah dengan bangga
mari bertemu lagi dengan percakapan hangat
ketika kita sudah sama terbang tinggi dan jauh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s