Last Romance

​“Adakah lagi penjual kata-kata tanpa nota?” Kalimatmu terngiang terbang menggema dalam tempurung kenangku Hinggap dalam renungan Kalimatmu itu sempat terlupa, tersembunyi Dalam catatan yang lama tertutup  Hingga suatu masa yang tiba-tiba ia lepas Terbang dan merasuk padaku pada suatu sore yang tenang dalam kota yang riuh Kau adalah penjual kata Aku penikmatmu yang ingin sekali […]

Pertemuan

:Untuk temanku yang pemalu Tapi kini kau tidak pemalu lagi “Malu hanya awal. Setelah langkah pertama, semua mudah saja.” begitu katamu. Aku senang mendengarnya. Aku senang mendengarmu. Percakapan seperti sudah usang di antara kita dan jarak terentang seperti tak terjangkau hingga kemarin, ketika kau datang kepadaku lalu cerita tumpah dari bibirmu. Telingaku gembira menerima tumpahan […]