​STASIUN TUA PADA SUATU MALAM

Pernah pada suatu malam
ada aku dan kamu yang singgah pada stasiun

yang umurnya mungkin jauh lebih tua

daripada pohon di halaman rumahmu
Pada perjalanan menuju stasiun tua itu

kau menghentikan langkah kaki di depan rumah tua kesukaanku

Bertanya:

Tak inginkah kau sejenak menikmatinya?
Kita memandang dan berceloteh

seakan waktu tercerabut dari ketentuannya

dan kekal dapat terwujud
Malam memang biasa.

Lampu merkuri masih setia berdiri di ujung jalan 

sambil memberi  keremangan yang rawan.

Sementara orang-orang berlalu-lalang,

kita memilih berhenti

itulah yang tak biasa
Lalu kita meneruskan langkah menuju stasiun.

Stasiun memang hanya persinggahan dan kita

memang hanya singgah.
Memandang kereta-kereta yang kadang lowong

kadang rumit.

Aku bertanya: apakah yang pergi pasti akan pulang?
Tak ada jawaban darimu

Pun stasiun tua.

Kereta tetap datang

Kereta tetap pergi

Dan kita masih singgah.

Jakarta-Jogja

2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s