Kunjungan

:untuk yang masih memberikan ketenangan

 

Ketika aku sampai di tempatmu,
langit sore masih biru dengan sedikit semburat jingga tipis di langit sebelah barat

Kita berdua menghabiskan sore itu di beranda

Di langit timur, bulan pucat bersembunyi di langit biru
Kita buka obrolan dengan menertawakan banyak hal

“Jangan kurung perasaanmu itu. Lepaskan. “ selalu begitu kau ucap

Dan kau ungkit lagi segala rasa yang mengendap di dasar diri

Aku tertawa, tergelitik.
Kulihat langit menjadi gelap sempurna

Rembulan purnama kuning

Langit bersih tanpa awan

Dan kita tak sadar kapan tepatnya semburat jingga di langit biru benar-benar hilang,

Sementara kata-kata semakin berwarna
“Waktu begitu cepat, kecuali bagi yang menunggu,” ujarmu

Memang begitu adanya. Dan aku masih saja menunggu

Tapi berkat kau, menunggu tidak terlalu menjengkelkan.
Kau bilang aku baik,

Aku bilang kau gelap.

Kita sama tahu ini tidak seimbang,

Tapi menyenangkan menghabiskan waktu bersama
Setelah kata-kata terasa lelah, aku kembali ke tempatku

Kau mengantarku hingga ke gerbang
Kita tak pernah merasa khawatir tentang perpisahan

Betapa nikmat

2016

Advertisements

2 thoughts on “Kunjungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s