Catatan Tibatiba untuk Ranum

Ranum, sekarang malam sudah larut ke  dalam pagi. Di luar, hujan baru saja berhenti. Apa kabar kamu di sana? Lama tak ada kata terlontar dari kita. Aku lelah, sungguh. Tapi tak bisa lari. Kalau bisa, aku mau lari ke tempatmu. Lalu kita berbincang di depan perapian. Kau sesekali bermain gitar, dan aku menyeruput coklat panas. Aku ingin sekali menghabiskan malamku denganmu. Menjemput pagi bersama. Masihkah kau manis?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s