Ranum, Aku Ingin Berbagi Puisi

Hai, Ranum. Sudah lama tidak saling bertukar cerita, ya. Bagaimana ceritamu di sana? Apakah baik-baik saja? Tentu saja ada banyak hal yang terjadi selama kita tak bertukar cerita yang akan terlalu lama dan bertele-tele jika kuceritakan di sini. Bagaimana kalau kita bertemu saja dan akan kuceritakan semua hal yang telah terjadi selama kita tak bertukar cerita. Ah, ini alasanku saja, sih. Aku sangat rindu menatap matamu, Ranum. Cerita-cerita dapat hilang makna seiring waktu yang terus saja melenggang dan tak pernah mati. Tapi matamu lebih dari sekadar cerita, lebih dari sekadar kata meski kata tak pernah sekadarnya.

Kutulis surat ini pada malam hari yang begitu-begitu saja dari dulu. Malam terasa berbeda bagi setiap orang tergantung pemaknaan masing-masing. Di surat ini aku hanya ingin berbagi puisi denganmu. Sebuah puisi dari Soebagio Sastrowardojo yang berjudul Matahari Sudah Tua

Waktu malam mulai suram
Nelayan telah berhenti menjala
Dan di pinggir kampung
Perempuan-perempuan dengan bayi dipangku
Bercerita tentang raja-raja yang tumbang
Dan api gunung yang tidak lagi menyala

Pengembara asing yang terdampar di pulau bertanya:
Darimana kita berasal?
Kemana kita bakal pergi?

Matahari sudah tua
Apa yang terjadi
Jika ia tenggelam ke laut
Dan tak terbit lagi?

Ranum, bagaimana jika kita mulai lelah, dan kata-kata yang meluncur dari hati kita mulai padam gairahnya, lalu cerita-cerita kita mulai mati maknanya, lalu rindu kita tak lagi menyala? Bagaimana jika matahari tenggelam ke laut dan tak terbit lagi? Kemana kita akan pergi? Masihkah kita ingat dari mana kita berasal? Apakah pertanyaan-pertanyaan ini mampu kau jawab tanpa getir? Aku tak mampu, Ranum. Selama ini sudah kucoba dan aku tak pernah mampu.

Bukan maksudku membuat harimu suram dengan puisi ini. Aku hanya ingin sekadar berbagi kegelisahan denganmu, Lautku. Surat ini mungkin tak menarik, baiknya kusudahi saja sampai di sini sebelum aku melantur lebih jauh dan lebih aneh. Semoga masing-masing kita bahagia.

Salam termanis,

Galuh Sakti Bandini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s