Impian

Aku mengenal seorang anak perempuan yang memiliki banyak sekali impian. Semakin hari ia bertambah dewasa. Seiring dengan bertambahnya usia, impiannya berguguran satu per satu. Hanya ada beberapa impian besar yang ia pertahankan. Hidup telah merenggut beberapa impiannya. Oh, atau bisa dibilang bahwa di hidupnya ia telah belajar bahwa tak semua impian dapat berubah menjadi kenyataan.

Hari demi hari berlalu, lalu bulan, lalu tahun, lalu dasawarsa,lalu waktu tetap melenggang dan ia merasakan kekeringan di dalam hidupnya. Kenapa hidup tidak seindah dulu? Ia mulai mengenang dan berpikir. Akhirnya ia mengetahui bahwa ia butuh impian agar hidup tidak terlalu membosankan. Harapan membuatnya tidak terlalu sakit ketika kenyataan menjatuhkannya. Harapan dan impian membuatnya mampu bangkit dan berlari lagi. Kini ia mengerti, memang tak semua impian dapat berubah menjadi kenyataan, tetapi bukan berarti ia harus hidup tanpa impian.

Ia kini berjalan di antara kenyataan dan Impian dengan senyuman di wajahnya yang sayu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s