kalau kuhadirkan kau di sini,

jangan marah ya,

hanya bayang-bayangmu saja.

apalah arti bayang-bayang bagimu?

aku pengumpul bayang-bayang, karena tanpa bayang-bayang

cahaya menjadi gundah

aku hanya ingin bercanda dengan cahaya yang terang itu

seterang apapun dia, kalau tidak ada gelap kan kurang bermakna

janganlah kau marah

kau tahu aku, akan kukembalikan lagi nanti kalau aku sudah bosan

jangan tanya kapan aku bosan

soal waktu, siapa yang pasti tahu?

daun kering di pohon juga tak tahu kapan ia terputus dari rantingnya.

kalau kau culik aku,

aku tak akan marah.

karena kau yang menculikku

ke dalam kehampaan agar aku belajar berdamai dengannya

kau kan paling mengerti aku,

maka akau percaya padamu.

tak usah kau menculikku, aku akan datang padamu

nanti, kalau aku sudah lelah dan jenuh dengan bayang-bayang dan kehampaan

bolehah kau mendongengkanku

tentang rintik hujan dan lembut lembayung pagi

kan kubuatkan kau coklat panas kesukaanmu –dengan kayu manis-

lalu kita biarkan waktu melenggang dengan santai

kita juga santai tanpa harus dikejar dan mengejar waktu

tapi masalahnya, kapan?

Kau kan tahu, soal waktu siapa yang pasti tahu?

Kau mau membuat puisi saja?

menyerap cerita dalam kata-kata

atau meramu manis dan pahit dari hidup?

Baiklah kalau itu maumu.

Aku akan berjalan

Belum tentu pulang

Belum tentu pulang

Kau menanti?

Aku menanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s