Suatu Sore dan Puisi

Aku melihat senja beranjak pergi
ia membawa kenangan tentang kamarmu yang dulu
pernah disapunya dengan warna merah yang lembut

***

Aku membaca kata-kata di puisi yang dulu aku baca di kamarmu
ketika senja memerah dan menyapu kamarmu dengan pesonanya

Aku membaca kata-kata yang sama persis
Aku merasa sesuatu yang tidak sama persis
apakah kita sama persis seperti kita yang dulu?

Kata-kata yang dikandung puisi seperti berkhianat dari maknanya yang sesungguhnya
sungguh
semakin kubaca
semakin hilang ia dari makna yang dia kandung
dan aku
semakin
dan semakin merasa ditertawakan puisi

***

Malam telah hadir di hadapanku
kusudahi membaca puisi itu
tapi kata-kata dari puisi itu masih tersangkut di kepalaku
mungkin nanti banyak hal di kepalaku yang juga berkhianat dari maknanya
lalu kemudian hilang makna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s