Ranum, Rindu Aku?

Selamat pagi, Ranum. Apa kabar kamu? Rindu aku? Aku rindu kamu. Lama sekali aku tidak menulis surat kepadamu. Aku tertelan kesibukanku sendiri, Ranum. Kamu sedang sibuk apa? Aku selalu ingin mengetahui kesibukanmu. Mengetahui hal-hal yang kamu suka, yang kamu nikmati.

Sekarang aku sudah lulus kuliah, Ranum. Aku sempat menganggur, tapi sekarang aku sedang bekerja di sebuah kementrian sebagai seorang editor lepas. Aku hanya dikontrak selama sebulan, Ranum. Baru kali ini aku merasakan arti kerja yang sesungguhnya. Kamu kan tahu sendiri kalau aku ini anak manja yang memang dimanjakan. Hari pertama dan kedua aku bekerja, aku ingin menangis di kereta. Aku tak tahan dengan kepadatan manusia-manusia di kotaku, Ranum. Tapi sekarang aku sudah bisa tahan dengan semua itu. Semenjak aku bekerja, aku jadi lebih menghargai makna dari barang-barang yang kumiliki karena selama ini aku hanya meminta tanpa pernah mengerti bahwa ayah bekerja sangat keras untuk memenuhi permintaanku.

Aku menulis ini di kantor, Ranum. Aku orang pertama yang datang di ruangan ini, yang lain belum ada yang datang. Hari ini aku tidak menggunakan kereta. Aku naik bus dari depan rumah. Kasihan supir busnya. Dia pasti lelah. Aku saja yang hanya duduk merasa lelah. Apalagi dia. Jalanan sudah sangat padat, Ranum. Tak beda dengan kereta yang juga padat. Kotaku kota padat penduduk, padat bangunan juga. Wuih.

Semoga kamu bertanya-tanya, kenapa aku naik bus dan bukan kereta? Semoga kamu penasaran. Hahahaha. Kamu tidak penasaran pun aku pasti akan bercerita. Aku naik bus karena kondisiku sedang tidak prima. Beberapa hari yang lalu perutku sangat sakit. Kata dokter, aku salah makan. Salah pola hidup, lebih tepatnya. Hahahaha. Makanku tidak teratur, jajan sembarangan, dan jarang olahraga. Tapi aku rasa aku hanya sakit haid. Aku jadi takut, jangan-jangan aku punya kista. Hampir semua cucu perempuan nenek dari ayahku mempunyai kista. Ibuku juga punya kista. Jadi, kemungkinan aku mempunyai kista juga cukup besar. Sakit luar biasa menjelang haid baru aku rasakan dua bulan terakhir ini, Ranum. Sebelumnya aku baik-baik saja. Kamis nanti aku akan periksa ke dokter. Semoga aku baik-baik saja ya.

Setelah aku pikir-pikir, setelah bekerja di sini, aku ingin menganggur dulu, Ranum. Aku ingin jalan-jalan ke rumah saudara di daerah. Sudah lama aku tidak berkunjung ke rumah saudara-saudaraku. Aku belum ingin bekerja. Mentalku masih  mental mahasiswa. Hahaha. Padahal cita-citaku ingin jadi orang kaya baik hati nan dermawan. Bagaimana caranya jadi orang kaya kalau kerja saja malas? Iya, kan, Ranum? Ah, rasa malasku kan hanya sementara. Nanti kalau sudah waktunya, aku pasti bekerja.

Setelah puas mengunjungi saudara-saudara, aku ingin melanjutkan studiku, Ranum. Ya, dulu memang aku ingin pergi ke luar negeri. Tapi kenyataannya aku akan meneruskan studiku di dalam negeri, bahkan masih di universitas yang sama. Kamu pasti menertawakanku. Tak apa. Aku senang melihatmu tertawa, apalagi karena aku. Setelah lulus, sebenarnya aku sempat kehilangan tujuan. Aku tidak benar-benar tahu apa yang aku inginkan. Aku sempat bertanya-tanya, apakah aku memang ingin melanjutkan studiku? Kenapa? Apakah hanya untuk memuaskan gengsiku? Kenapa aku tidak bekerja dulu? Dan berbagai macam pertanyaan untuk diriku sendiri. Tapi, sekarang aku tahu apa yang aku inginkan. Aku ingin melanjutkan studiku dengan jurusan yang sama, dengan peminatan yang sama. Aku ingin menambah ilmuku. Kau kan tahu, aku ini bodoh. Aku harus banyak belajar, banyak menimba ilmu. Jangan tertawa karena alasanku, ya. Ini sungguh-sungguh. Aku menulisnya dari dalam hati, penuh kesungguhan. Jadi, Ranum, doakan aku ya. Doakan aku menjadi manusia yang lebih pintar, cerdas, dan berguna agar ada yang bisa kamu banggakan dariku.

 

Salam termanis,

Galuh Sakti Bandini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s