membaca dunia

Sudah lama aku berhenti membaca dunia, membaca manusia.
Aku sibuk membaca diriku sendiri. Aku lupa bahwa diriku tak pernah benar-benar diriku. Ada bagian dari manusia lain di diriku, di dalam cara berpikirku.

Aku seringkali terpesona oleh kata atau kalimat atau cerita yang dibuat oleh orang lain karena mereka mampu merumuskan hal-hal yang selama ini berkecamuk dalam pikiranku.
Aku tak pandai merumuskan apa yang aku pikirkan, apa yang aku rasakan. Aku terlampau bodoh sepertinya.

Aku memikirkan hidup, waktu, manusia dan segala kerumitan yang ajaib di antaranya. Tapi aku tak mampu merumuskannya ke dalam katakata yg indah dan padu. Orang lainlah yang mampu dan aku senang membacanya. Aku mampu membaca banyak buku, tapi aku belum mampu membaca dunia. Bagaimana aku dapat membaca dunia kalau membacamu pun aku kewalahan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s