Perjalanan Pulang dari Malioboro

Untuk:  Wisnu

Kaki-kaki kita berjalan,

lunglai

Kepala-kepala kita penuh

cerita, tanya, prasangka, dan hal-hal lain

 

banyak kata yang telah kita tumpahkan.

apakah semua menenangkanmu?

Semua pasti akan tiada; mati

Pada akhirnya semua akan berpisah

 

Semua bersiap pulang malam itu

Sama seperti kita yang ditunggu rumah.

 

Kuda-kuda, becak, pedagang, pengunjung

Sebentar lagi akan mencipta sepi

 

Malam itu, di kota itu

Kita amat manis di tengah gelisah

Akankah kita mengingat satu sama lain?

Sedang kita tahu kita tidak akan berakhir

Pada titik yang sama

 

Langit bersih,

Lampu kota terang,

Dan kita pernah duduk dengan tenang

Di tengah keramaian yang selalu saja bergerak.

 

Harusnya kuberikan kau cerita yang padu dan indah

Pada perpisahan yang sementara ini.

 

Pada perjalanan pulang aku sadar

Kita tak selamanya harus berjalan menuju ramai

Lebur dalam riuh

Menumpahkan tawa dalam cerita yang gaduh

Kita juga perlu menuju sepi

 

Mengenang ramai pada sepi lebih baik

daripada kesepian dalam ramai

 

 

dan aku benar-benar tak dapat menujumu

tapi kita pernah bersama di titik nol kota ini.

Aku akan selalu dapat mengingat kaki-kaki kita

yang pernah berjalan sejalan.

Terima kasih.

 

pada perjalanan pulang

kita meredam gelisah

untuk mencipta

gelisah yang lain.

 

Jogja, 070713

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s